Petani Karet Mengeluh Pupuk ke Arinal Djunaidi

07 Mei 2018 - 19:24:39 | 1620 | BERITA DAERAH

DL/07052018/Tulang Bawang

--- Petani karet di Cempaka Jaya, Menggala Timur mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk kepada Arinal Djunaidi.

Warga Cempaka Jaya Handoko (35) mengatakan disini (Cempaka Jaya, ed) umumnya merupakan petani. “Petani harus selalu kita perhatikan,  apalagi disini kebanyakan petani kebun karet.  Harapannya ada penyetandaran harga,” ungkap dia Senin, 7 Mei 2018. 

Menurutnya, harga Karet selalu turun bila tidak dikasih batasan. “Biar harga itu selalu standar, di sini harga selalu turun. Kalau harga Karet selalu dibawah Rp7 ribu pasti petani banyak yang mengeluh dan kesusahan dalam mencukupi kebutuhan hidup. Yang paling sulit di sini kan pupuk. Harapannya permudah pengadaan pupuk,” ucapnya.

Utuk bantuan kesehatan, lanjut dia, saat ini masih belum merata.  “Harapannya ada pemerataan bantuan untuk pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Petani karet lainnya, Dayat (74) mengaku senang bila dalam program yang ditawarkan oleh calon Gubernur Lampung dan calon wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi – Chusnunia terdapat kredit usaha tani.

“Senang kalau benar nantinya ada kredit usaha tani itu. Sehingga bisa membantu petani  untuk  membeli pupuk, jadi karetnya nambah getahnya. Disini petani banyak yang gak kuat beli pupuk karena harga karet murah.  Sementara harga pupuk mahal, gak ke jangkau. Kalau gak di pupuk getah karetnya kurang,” tuturnya.  

Dia mengeluhkan juga harga beras yang mahal. “Belum lagi beras mahal,  jadi mending dibeliin beras dulu. Petani kalau gak ada pupuk sia-sia karena perawatannya gak maksimal,” ucapnya.

Arinal Djunaidi dalam orasinya mengatakan dengan Kartu Petani Berjaya berharap petani karet dapat lebih baik lagi. “Saya punya kartu petani. Kita harapkan kedepan untuk  lebih baik lagi. Saya akan mencoba harapannya khususnya para petani taraf hidup masyarakat lebih meningkat. Yang buruh bisa jadi petani,” tuturnya.

Dia juga akan menampung keluhan dari para petani. “Kita akan carikan jalan keluarnya, kita harus bangun menjadi wilayah mandiri.  Kita harus siapkan industrinya. Kita harapkan ada industri untuk  mengolah karet.  Itulah caranya untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Karena masyarakat lebih produktif dan ada lapangan pekerjaan,” ucapnya. (lis)