Hebat, Oknum Gapoktan Nyatakan Kunker Dinas Pertanian Lamtim Ilegal

03 Mei 2018 - 19:36:07 | 541 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/03052018/Lampung Timur

---- Hebat, oknum pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Margosari Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur, menuduh kunjungan kerja pihak Dinas Pertanian Lampung Timur ke desanya beberapa waktu lalu untuk berdialog dengan para kelompok Tani terkait bantuan, dinyatakan ilegal oleh oknum pengurus Gapoktan Desa Margosari.

Hal ini disampaikan oleh Narto, anggota Brimob dan warga kepada detiklampung.com pada saat warga beramai-ramai mendatangi rumahnya untuk meminta bantuan menyelesaikan dugaan penyelewengan bantuan dari Pemkab Lampung Timur kepada Gapoktan di desanya, Rabu 2 Mei 2018 sekira pukul 19.30 wib.

“Iya mas, saat ada rapat di Balai Desa sekitar April lalu pihak Dinas Pertanian yang hadir waktu itu, Pak Sigit dan Pak Endro ingin berdialog dengan para petani terkait bantuan. Kebetulan saya juga sempat hadir dan menyaksikan rapat tersebut. Namun, nampaknya warga sangat kecewa dengan pengurus Gapoktan dan Perangkat Desa yang tidak transparan terkait bantuan. Bahkan usai rapat, salah seorang pengurus Gapoktan menuduh bahwa pertemuan tersebut Ilegal dan mereka akan menuntut kami secara hukum terkait hal ini,” kata Narto.

Bahkan lanjut Narto, oknum tersebut dengan takabur menantang jika permasalahan ini tidak akan pernah berlanjut ke ranah hukum, karena kasus ini sulit dibuktikan kata oknum tersebut kepada Narto dan warga yang saat itu usai mengikuti rapat.

“Saat Kami hendak pulang dari Balai Desa, salah seorang oknum pengurus berkata pada kami, kasus ini tidak akan pernah bisa berlanjut ke ranah hukum karena sulit dibuktikan. Selain itu, oknum tersebut juga bilang bahwa dugaan penyelewangan bantuan ini akan adem begitu saja tanpa ada aparat yang memprosesnya,” jelasnya.

Keterangan Narto ini diamini oleh puluhan warga yang hadir dirumahnya. Sementara, Camat Metro Kibang Edi Harnowo, saat dihubungi oleh detiklampung.com melalui telepon selulernya mengaku, pihaknya tidak mengetahui jika ada dugaan penyelewengan bantuan Alsintan dari Dinas pertanian Lampung Timur.

Edi dengan tegas mengatakan, jika benar ada penyelewengan bantuan dan masyarakat Margosari dapat membuktikan, maka dirinyalah yang akan didepan mengusut dan menyeret oknum pengurus Gapoktan keranah hukum.

“ Memang pada waktu itu ada rapat, tapi saya tidak bisa hadir dan hingga hari ini saya juga tidak tau hasil dari rapat tersebut masalahnya pihak Kepala Desa tidak pernah melaporkan kepada saya. Jika benar ada penyelewengan dan itu bisa dibuktikan, maka saya yang paling depan mas akan mendobrak dan menyeret oknum tersebut ke ranah hukum,” tegasnya. (Igun)