FLC 2018, Ajang Membentuk Jiwa Kepemimipinan Di Era Milenial

01 Mei 2018 - 02:42:24 | 127 | NASIONAL

DL/01052018/Solo

---- Generasi muda dengan usia produktif akan mendominasi jumlah penduduk sebagai dampak bonus demografi di Indonesia. Bonus ini dapat memberikan dampak positif apabila diberdayakan dengan baik, namun dapat berdampak sebaliknya jika pihak yang berwenang tak mampu memanfaatkan peluang ini dengan bijak.

Selain mendapatkan bonus demografi, Indonesia dan juga dunia sedang menghadapi era millenial. Yakni, perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Berbagai produk dan jasa hasil perkembangan teknologi dan informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Hal ini menyebabkan perubahan perilaku atau kebiasaan yang pada akhirnya membentuk sebuah budaya baru.

Melihat potensi tersebut, maka Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa Pendidikan menyelenggarakan Future Leader Camp (FLC) 2018. FLC 2018 terdiri dari rangkaian acara yang disusun secara matang untuk memberikan pembekalan kepemimpinan bagi 64 aktivis terpilih dari 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama 4 hari, 3-6 mei 2018 di beberapa tempat di Solo.

Pembekalan pertama pada 3 mei 2018 yang akan diterima oleh para aktivis adalah Training Orientasi tentang Dompet Dhuafa yang akan diberikan oleh beberapa narasumber.

Antara lain Muhammad Syafiie El-Bantanie - Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Zaim Uchrowi - Pendiri Republika, Purwa Udiutomo - General Manager Beastudi Indonesia dan  Erie Sudewo - Pendiri Dompet Dhuafa. Acara ini akan dilaksanaka di Kusuma Sahid Hotel, Solo

Sedangkan pada 4 mei 2018, Para aktivis juga akan melaksanakan Gala Dinner dan Bincang-bincang inspiratif bersama Dedi Endriyatno, Wakil Bupati Sragen di Pendopo Rumah Dinasnya.

Hari berikutnya, pada 5 mei 2018 merupakan acara FLC yang juga terbuka bagi masyarakat umum, yakni Islamic Leaders Talk. Acara yang akan dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini meghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai narasumber dengan dipandu oleh Iwel Sastra. Para narasumber antara lain Imam Rulyawan - Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Mursida Rambe - Pendiri BMT Beringharjo, Muhammad Jazir ASP - Cendekiawan Muslim,  Miftah Sabri - CEO Selasar dan Enny Sri Hartati - Direktur INDEF.

rangkaian acarra FLC 2018 dilanjutkan dengan kegiatan Project Camp bersama dua narasumber, yakni Arif Rahmadi Haryono (GM Pendidikan Dompet Dhuafa) dan  Hakam El-Farizi (CEO bawaberkah.org). Pada sesi ini para aktivis akan mempresentasikan project bertema techno park yang telah mereka lakukan.

Setelah serangkaian acara pembekalan kepemimpinan, pada 6 mei 2018 kegiatan ditutup dengan kegiatan outbond untuk memperkuat solidaritas para aktivis. Outbond dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan pikiran para aktivis. (PM)