Kalau Bisa Setiap Petani Terima 300 Bibit

28 April 2018 - 14:26:08 | 297 | BERITA DAERAH

DL/28042018/LAMPUNG TIMUR

--- Calon Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, dalam kunjungannya ke Kabupaten Lampung Timur. Kali ini menyambangi masyarakat petani, pengrajin, hingga penangkar bibit, di Desa Adi Rejo, Kecamatan Pekalongan, Kamis 26 April 2018. 

Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka tersebut, terungkap bahwa, program Ridho Ficardo, dalam bidang hortikultura tidak kalah fenomenal dengan program-program yang digulirkan dalam kurun waktu 3 tahun. 

Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Maryadi (48), yang berprofesi sebagai petani dan penangkar tanaman. Ia menyatakan, program bantuan pupuk, alat-alat pertanian, hingga bantuan bibit, dinilai sudah berjalan dan diterima warga dengan baik. 

Namun, Ahmad meminta, agar bantuan bibit yang sudah berjalan saat ini bisa lebih ditambahkan. 

“Kami puas Pak Ridho. Kalau bisa pak, yang saat ini setiap petani menerima 200 sampai 300 bibit, kedepannya ditambah lagi pak, insya Allah saya bersama warga turut mendoakan bapak kembali memimpin Lampung. Karena setiap ganti gubernur selalu saja ada program yang berubah. Dan kami juga ucapkan terimakasih atas bantuan bibit kelengkeng siap panen dari bapak,” papar Ahmad. 

Ditempat yang sama, kesuksesan program hortikultura dari Ridho Ficardo, juga dirasakan oleh Maryadi. Dirinya menyatakan, bahwa produksi tanaman buah saat ini sudah sangat luar biasa. Dalam 1 musim bisa jutaan batang dari banyak varietas. “Mohon bantuan untuk sarana pemasarannya pak, karena kami agak kurang dalam hal ini,” kata Maryadi.

Sementara itu, Marfei (50), berharap, program bantuan sumur  bor agar diteruskan dan jangan berhenti. “Air masih menjadi kendala bagi petani penangkar saat di musim kemarau. Di lanjutkan ya pak. Alhamdulillah program sumur bor ini benar-benar terasa. Kalau bisa pak, diperbanyak lagi,” ucap Marfei. 

Menanggapi segala masukan tersebut, Ridho menjelaskan, sektor hortikultura bisa menjadi salah satu unggulan pertanian di Lampung, yang diharapkan bisa hidup dan menjadi bagian dari program strategis Provinsi Lampung. 

Ridho juga menegaskan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memiliki program bantuan sumur bor untuk masyarakat. “Silahkan dibuat proposalnya nanti kita bantu. Jangan khawatir, kalau untuk kemajuan tidak lama dan akan langsung terealisasi,” tegas Ridho. 

Sementara itu untuk masalah pemasaran, Ridho menyatakan, banyak petani sudah bekerja keras, produksi bagus namun kesulitan dalam pemasaran, hal ini terjadi hampir di semua provinsi.

Menurutnya, bisa saja saat ini langsung membuat program jangka pendek untuk menyalurkan pemasaran. Namun, program seperti ini juga tidak bertahan lama.

Yang ingin kita lakukan adalah yang berkelanjutan, oleh karenanya program strategis pemprov saat ini selain fokus di bidang pertanian dan industrialisasi, juga perbaikan infrastruktur untuk menunjang hilirisasi produk-produk pertanian,” jawab Ridho. 

Selain itu, saat ini bersama pemerintah dirinya juga terus mengupayakan agar produk-produk pertanian dari Lampung tidak dijual keluar dalam bantuk bahan mentah. Tapi sudah di pack (terbungkus) dengan rapih agar memiliki nilai lebih dan dapat dijual dengan harga yang lebih mahal.

“Dengan begitu keuntungan akan menjadi lebih besar. Mau yang panjang atau pendek,” kata Ridho, sontak dijawab panjang oleh warga masyarakat setempat, sambil bersorak lanjutkan kepemimpinan. (NN/Lis)