Pro Kontra Libur Bersama Ini Keputusannya

19 April 2018 - 16:31:18 | 1188 | NASIONAL

DL/19042018/Jakarta

---- Cuti bersama Lebaran 2018 ditambah pemerintah selama tiga hari. Plus tanggal merah, jadi ada 10 hari libur untuk merayakan Lebaran. Pro dan kontra pun mengiringi kebijakan ini.

Setelah berembug, tiga menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi membuat kebijakan baru terkait Lebaran 2018. Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Penambahan cuti bersama ini mereka tuangkan lewat surat keputusan bersama (SKB). Kebijakan ini mengatur hari libur nasional serta cuti bersama terkait Idul Fitri dan Natal 2018.

Awalnya, cuti bersama ditetapkan sebanyak empat hari, yaitu 13, 14, 18, dan 19 Juni 2018. Setelah penandatangan SKB tiga menteri tersebut, total cuti bersama jadi tujuh hari.

Sementara itu, total libur Lebaran jadi 10 hari dari 11 Juni hingga 20 Juni 2018. Detailnya, cuti bersama pada 11, 12, 13, 14 Juni, libur Lebaran 15 dan 16 Juni, 17 Juni adalah hari Minggu dan cuti bersama 18, 19, 20 Juni.

Untuk Natal, dalam SKB tiga menteri ini, tidak ada perubahan alias sama seperti tahun sebelumnya. Cuti bersama hanya pada 24 Desember, sehari sebelum Natal.

Penandatanganan SKB tiga menteri ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Puan berkata pemerintah berharap kebijakan ini bisa mengurai kemacetan arus mudik dan arus balik. Selain itu, warga bisa lebih banyak waktu silaturahmi dengan keluarga.

Menhub Budi Karya berpendapat senada. Dia bahkan optimistis arus mudik dan arus balik nantinya akan lancar. Dikeluarkannya SKB tiga menteri ini pun langsung riuh bergema di media sosial. Banyak yang menyambut senang, namun tidak sedikit pula yang mengkritik. Alasannya macam-macam. Ada yang bingung harus menjadwalkan ulang waktu mudik karena sudah telanjur membeli tiket pesawat atau kereta sejak jauh hari, ada pula yang protes karena jatah cutinya jadi terpotong banyak akibat kebijakan ini.

Kalangan DPR juga ikut berkomentar. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyambut baik penambahan libur Lebaran ini. Dia bahkan berharap penambahan waktu libur Lebaran tersebut dapat berlaku pada tahun berikutnya.

Berbeda dengan Fahri, F-PDIP DPR justru mengkritisi kebijakan ini. Bendahara Fraksi PDIP DPR Alex Indra Lukman tak setuju dengan anggapan bahwa libur Lebaran akan dapat mengurai kemacetan saat mudik. Menurutnya, tanpa penambahan libur, mudik Lebaran akan lancar saja. Dia mengambil contoh mudik tahun lalu.

“Bukankah mudik tahun lalu sudah cukup lancar? Apalagi setelah ada pembangunan dan perbaikan infrastruktur, maka mudik tahun ini harusnya akan lebih baik dan lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Alex, Rabu 18 April 2018.

Selain itu, menurut Alex kebijakan penambahan libur Lebaran ini akan berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi.

“Memperpanjang liburan hanya mengurangi hari produktif, sementara pemerintah berupaya keras menggenjot pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, tidak akan berdampak banyak dalam mengurai kemacetan karena masyarakat akan memilih perjalanan di awal dan akhir liburan,” ujarnya Alex.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani juga mengkritik keputusan pemerintah ini. Tambahan libur Lebaran tersebut dinilai hanya mengurangi produktivitas.

“Kalau semua cuti kan kita semua juga nggak bisa kerja. Kalau banknya libur, bagaimana mau jalan? Pelayanan pemerintah libur karena diliburkan, kita nggak bisa kerja juga. Jadi harus cuti juga. Misalnya kalau untuk barang ekspor, kalau semua tutup, bagaimana kita mau kerja. Kan cuti bersama. Libur semua. Mengurangi produktivitas dan kita sudah banyak libur. Padahal tanggal merahnya juga banyak,” kata Hariyadi kepada detikFinance, Rabu 18 April 2018.

Hariyadi menyesalkan keputusan menambah libur Lebaran oleh pemerintah tersebut yang tak melibatkan pihak swasta atau dunia usaha. Menurutnya, cuti bersama lebih baik diambil dua hari setelah dan sebelum libur Lebaran.

Hariyadi juga mengkritisi alasan pemerintah memberikan tambahan cuti bersama dengan alasan mengurangi kepadatan arus mudik Lebaran. Menurutnya, kepadatan mudik pasti akan terjadi walaupun cuti bersama ditambah.

“Tetap saja namanya Lebaran mau dimajuin atau dimundurin orang juga ribetnya nanti pas mendekati hari akhir. Lihat saja nanti, nanti arus mudiknya juga pasti tetap menumpuk,” kata dia. (*)

foto detik.com