Diduga Stress Dililit Hutang, Uda Gantung Diri

16 April 2018 - 21:27:24 | 242 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/16042018/Bandarlampung

---- Seorang pengusaha garmen di kawasan Jl Raya Bandarlampung – Gedungtataan tepatnya di seberang tempat pemakaman umum desa Sumberrejo Kecamatan Sumberrejo, Bandarlampung.

Uda yang sehari-harinya berjualan pakaian jadi ditemukan tewas tergantung di kamar mandi tokonya, pada Senin 16 April 2018 sekitar pukul 18.00 wib oleh warga sekitar.

Menurut keterangan warga sekitar Toko, Uda masih terlihat berjualan saat Sabtu malam 14 April 2018. Dan Minggu pagi hingga Senin, tokonya memang tutup.

Ketika keluarganya mencari keberadaan Uda, maka warga sekitar mencoba mendobrak took pakaian yang berjajar 4 toko tersebut, dan mendapati Uda sudah tidak bernyawa lagi dengan leher terjerat kain yang diikatkan pada pintu kamar mandi.

Polisi yang datang ke lokasi mengamankan tempat kejadian perkara. Namun dikabarkan keluarga menolak jenazah Uda dibawa ke Rumah Sakit untuk diotopsi dan langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Jl Terong Sumberejo Bandarlampung, malam itu juga.

Dililit Hutang

Beberapa warga menuturkan kemungkinan Uda sedang dililit persoalan yang menghimpit perekonomian keluarganya. Bahkan Uda dikabar sering bertengkar dengan isterinya karena banyak yang menagih hutang ke rumah maupun ke took.

Maka dari itu para tetangga menduga karena stress, Uda yang dalam keseharian berjualan di took sendirian itu nekad mengakhiri hidupnya sendiri dengan gantung diri. “Kemungkinan sich. Karena kami hanya tau Uda sering didatangi orang yang katanya menagih hutang. Uda kan setiap hari sendirian, jadi tak ada pihak yang diajak bicara atau melepaskan stress nya, sehingga ia nekad seperti ini,” ujar Mantri, warga sekitar.

Selebihnya dia tidak tau menahu, karena memang jarang berkomunikasi. “Yang kasihan anak-anaknya. Kan ada 4 anaknya satu di SMA, yang kembar di SMP dan yang kecil lelaki.” Tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan keluarga almarhum belum bersedia dimintai keterangan terkait hal ini.

Peristiwa ini telah menyebabkan kemacetan lebih dari satu kilometer di sepanjang Bandarlampung - Gedontataan hingga ke Flyover Jalan Imam Bonjol Kemiling Bandarlampung. (tim)