Arinal: Kita Harus Bertekad Keluar dari Kemiskinan, Caranya

13 April 2018 - 17:03:33 | 2343 | POLITIK

DL/13042018/Lampung Selatan

----- Arinal Djunaedi dengan suara lantang mengajak masyarakat Lampung untuk berani keluar dari kemiskinan karena potensi di Lampung sangat besar.

“Kita harus punya keberanian dan tekad, harus keluar dari kemiskinan. Lampung nomor 7 penghasil Padi,  ke 3 penghasil Jagung. Tapi mengapa petani di Lampung masih banyak yang kesulitan. Itulah yang mendorong saya membuat Kartu Petani Berjaya,” ujar Arinal pada pertemuan kampanye terbuka terbatas di Desa Jati Indah, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Jumat, 13 April 2018.

Syaratnya, lanjut Arinal, petani harus punya lahan. “Orangnya benar-benar usaha tani. Kita harus perangi kemiskinan bersama-sama. Infrastruktur tetap akan diperhatikan untuk kelancaran transportasihasil produksi pertanian,” imbuhnya.

Menurutnya, semua orang menyatakan jalan di Lampung buruk. “Saya sudah sangat sering mendengar keluhan soal jalan di Lampung yang buruk. Mari kita semua harus singsingkan lengan dan bangun dari keadaan ini. Kami akan dorong untuk mewujudkan keinginan rakyat Lampung,” ujar calon gubernur Lampung nomor urut 3 itu.

Menurutnya infrastruktur sangat penting dan vital untuk menunjang pertanian. “Jadi kita akan perbaiki jalannya. Gak ada gunanya kalau produksi pertanian meningkat, tapi jalannya rusak. Jadi harus benar-benar kita perbaiki. Gak ada lagi yang namanya jalan yang enam bulan baru di bangun sudah rusak,” terangnya.

Kartu Petani Berjaya

Arinal menegaskan bawa secara konkrit, pasangan ini telah melakukan pekerjaan nyata di Lampung Timur, dengan membagikan Kartu Petani Berjaya (KPB).

“Kemarin di Lampung Timur, kami sudah ada Kartu Petani Berjaya, untuk memberikan kepastian para petani,  agar petani tidak kesulitan mencari benih yang baik. Kemudian pupuk tersedia ketika ingin digunakan, menyiapkan obat-obatan pertanian,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung ini menuturkan bahwa kelak Penyuluh pertanian juga akan dibekali kemampuan lebih dengan memberikan pelatihan.

“Kita akan tingkatkan disiplin para penyuluh. Saya mempersiapkan agar produksinya meningkat, harganya juga menguntungkan, yaitu dengan garansi harga jual yang menguntungkan petani. Kemudian memberikan kredit usaha tani Rp20 juta, bisa digunakan untuk usaha ternak, seperti ternak ayam,  bebek, dan sapi. Sehingga penghasilan bapak-ibu bertambah dan bisa menabung. Kemudian akan ada beasiswa untuk anak petani yang melanjutkan kuliah di fakultas Pertanian,” bebernya. (lis)