Kedutaan Australia Ke Lampung untuk Pembibitan Sapi Australia

12 April 2018 - 11:04:03 | 2880 | BERITA DAERAH

DL/12042018/LampungTengah

---- Mr. Dick Stanley Program Direktur dari  Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding menilai bahwa daging sapi di Indonesia masih terlalu mahal.

Kesimpulannya tidak serta merta, namun melalui beberapa kegiatan. Salah satunya Senin lalu,

8 April 2018, bersama rombongan yang terdiri dari 9 orang mengelilingi pasar tradisional di Bandar jaya, mereka menanyakan berapa harga daging sapi di pasaran di Lampung yang di dapati seharga Rp110 ribu per kilogram.

Menurut Mr. Dick Stanley, program ini di buat untuk membantu rakyat Indonesia untuk memiliki daging sapi lebih banyak yang bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Dan lebih banyak warga Indonesia yang bisa mengkonsumsi daging. Dengan harga jual sapi per kilo di Indonesia di bandingkan dengan pendapatan penduduk, daging sapi sangatlah mahal.

Melalui Program IACCB kedutaan Australia telah menurunkan 200 sapi Australia untuk dikembang biakkan melalui PT Superindo Utama Jaya (Superindo Ranch), sebuah perusahaan subsidiari dibawah PT. Sinar Jaya Agrindomas Investama yang berfokus pada kebun sawit. 

PT. Superindo adalah project ke 6 yang ditunjuk untuk menjalani program pembiakan sapi Australia ini. Dan program ini diawasi dengan sangat ketat oleh tim IACCB, setiap sapi dievaluasi dan dinilai kembali. IACCB telah menurunkan lebih dari 1.000 sapi Australia ke seluruh Indonesia untuk diternakkan. 

Sapi tersebut bersama dengan sapi lokal milik Superindo Ranch tiap siangnya dilepaskan untuk memakan rumput yang tumbuh di sekitaran pohon sawit dan kotorannya akan langsung menjadi pupuk alami di perkebunan sawit tersebut.

Sapi di perkebunan tersebut terlihat tidak sedang makan rumput, melainkan hanya duduk duduk di rumput.  Di beritahukan oleh pihak IACCB bahwa sapi yang sangat bahagia adalah sapi yang sedang duduk, mereka sedang sangat kenyang dan menikmati alam.

Dengan kebahagiaan sapi dan kesehatan yang terjamin, angka kehidupan sapi akan panjang dan angka kelahiran anakan baru akan meningkat.

Pihak Superindo Ranch telah membiakkan anak sapi Australia sebanyak 41 anak dalam kurun 1 tahun dan akan lebih banyak lagi dalam bulan bulan kedepan.

Sapi tersebut juga tidak akan kehabisan rumput mengingat luas kebun sawit ini adalah 2600 hektar. 

Tim IACCB dan kedutaan Australia merasa sangat puas dengan keberhasilan Superindo Ranch, usaha yang sangat baik dan pemeliharaan ternak yang sangat terjamin. 

Pihak dari Superindo Ranch, Sumin Ajung dan Hendra Hwang mengatakan telah belajar banyak dan mendapat ilmu dari kedutaan Australia.

Superindo Ranch pun memberikan target keberhasilan lebih tinggi lagi. Pihak Superindo Ranch juga akan membuat website berupa blog untuk memberikan informasi tentang program ini, pembelajaran dan berita kelahiran. (SB)