Ibunda Ridho Turun ke Jati Agung

10 April 2018 - 20:38:07 | 675 | EKONOMI

DL/10042018/Lampung Selatan

---- Dalam suasana kesibukan yang tinggi pada masa kampanye kali ini, tidak sedikit kerabat para calon turut andil di lapangan dalam rangka menawarkan program yang disiapkan para calon Gubernur.

Seperti yang dilakukan Agustina, ibunda Muhammad Ridho Ficardo, calon gubernur nomor urut 1.

Agustina pada acara pameran ekonomi kreatif masyarakat Desa Margomulyo, di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan menegaskan bahwa dalam program yang dikedepankan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, mendorong pembentukan koperasi yang menampung hasil ekonomi kreatif masyarakat di Kecamatan Jatiagung.

“Ridho-Bachtiar mendorong pembentukan koperasi di sini, untuk menampung kerajinan masyarakat yang memiliki nilai ekonomis. Sehingga masyarakat tidak kebingungan lagi untuk memasarkan produk hasil karyanya,” katanya.

Tidak hanya menampung hasil kerajinan tangan masyarakat, melalui koperasi ini, nantinya masyarakat akan dibantu modal untuk mengembangkan industri rumahan ibu rumah tangga.

“Koperasi ini tidak hanya menampung hasil industri masyarakat. Nantinya koperasi ini akan meminjamkan modal kepada  kelompok ekonomi kerakyatan. Dengan harapan ekonomi masyarakat disini bisa berkembang, dan menambah penghasilan keluarga,” kata dia.

Agustina pun mengapresiasi langkah yang diambil oleh Apekraf ini. Sebab dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa memacu ibu rumah tangga lebih kreatif menghasilkan kerajianan tangan yang memiliki nilai ekonomis.

“Saya berharap Apekraf bisa menjadi jembatan masyarakat dengan Ridho-Bachtiar di bidang ekonomi kreatif,” katanya.

Sementara itu ketua Apekraf Jatiagung, Sunarko mengatakan ada 21 kelompok ekonomi masyarakat dibawah binaannya. Dia berkomintmen untuk membantu agar Ridho-Bachtiar dapat melanjutkan memimpin Lampung.

“Kita mendukung, agar Ridho kembali memimpin Lampung kembali. Dengan harapan cita-cita masyarakat di sini menjadi kampung pariwisata dapat terwujud,” ujar dia.

Sebagai ketua Apekraf Jati Agung, Sunarko mengaku siap untuk menjembatani kelompok ekonomi masyarakat kecamatan ini dengan Ridho-Bahctiar.

“Memang misi Apekraf ini sejalan dengan misi Ridho-Bachtiar mendorong dan meningkatkan ekonomi kreatif warga desa,” ujarnya.

Sunarko menilai, Jatiagung layak dijadikan kawasan industri ekonomi kreatif. Sebab letaknya sangat strategis, daerah pinggir Kota Bandar Lampung.

“Melalui Apekraf ini, kita mendorong program Ridho-Bachtiar dibidang pariwisata. Dengan dijadikannya Jatiagung sebagai salah satu daerah industri ekonomi kreatif, bisa menarik kunjungan turis ke Lampung,” kata dia.

Dalam pameran ekonomi kreatif warga desa yang digagas oleh Apekraf ini, masyarakat Kecamatan Jati Agung menampilkan beragam kerajinan tanggan dari masing-masing kelompok, seperti minuman Jahe, Kebaya Sulam Usus, kerajinan tempat air meneral dan Asbak dari Batok, Tiwul dari Singkong, penghias ruangan dari akar Jati. (tim)