Rivalitas Tak Sedap Diperlihatkan di Debat Publik Perdana

07 April 2018 - 22:42:38 | 275 | POLITIK

DL/07042018/Bandarlampung

--- Jika melihat realita dipanggung akbar debat perdana Kandidat Calon Gubernur Lampung yang berlangsung di Novotel, Sabtu 7 April 2018 malam, terlihat sekali sikap rivalitas yang tak sedap ditunjukkan oleh calon gubernur nomor urut 2 Herman HN.

Mungkin ini dianggap sebagai hal biasa saja bagi cagub tersebut, namun bagi tata nilai kemasyarakatan dipandang kurang elok.

Seperti diungkapkan Ismanto, seorang wartawan senior yang berada di lokasi dan menyaksikan kejanggalan sikap paslon nomor 2 tersebut yang sama sekali tak menjabat tangan paslon nomor urut 1, Ridho – Bachtiar.

“Sebagai tokoh dan calon pemimpin Provinsi Lampung, mustinya tidak perlu dipertontonkan dalam forum resmi debat kandidat. Seperti ada calon nomor 2 yang tidak mau jabat tangan dengan calon nomor 1, menunjukkan kurang dewasa. Persaingan boleh dilakukan, tapi jangan sampai ada amarah yang ditunjukkan dalam ekspresi seperti dalam debat kandidat.” Katanya.

Sementara menurut Gunawan, seorang politisi yang kini aktif jadi pengusaha, menilai sosok Paslon Gubernur adalah sosok elit yang menjadi perhatian publik dan bisa saja dicontoh sikap langkahnya. “Kalau rivalitas tak sedap itu ditunjukkan di media publik, dampaknya akan buruk di masyarakat. Akan menyebar bibit permusuhan pada pendukungnya. Tapi saya berharap justru para pendukung dan masyarakat mengabaikan sikap kurang dewasa para Paslon itu, dan tetap menjaga kondusivitas daerah ini,” tambahnya.

Siapapun dia, tambah Gunawan, tidak elok mempertontonkan sikap kurang bersahabat seperti ini di depan umum. “Perbedaannya mencolok. Pasangan lain enjoy saja bersalaman dan tampak akrab satu sama lain kecuali yang ini (paslon nomor 2 – red) terhadap paslon nomor 1. Nggak perlu begitu. Jangan saling membenci dan saling memusuhi sesama calon. Katanya gembar-gembor ngajak membangun Lampung bersama-sama. Sementara dalam forum seperti itu saja sudah nggak akur.” Ujarnya.

Di tempat terpisah, Faisol, seorang pengurus Partai di tingkat Kecamatan ketika diminta komentarnya soal ini mengatakan bahwa ini dinamika politik. “Ya jangan dibesar-besarkan. Siapa tahu mereka sedang ada problem masing-masing sebelum naik pentas. Tapi ya kalau mencolok, memang tidak baik.” Ungkapnya. (pur)