Surono Danu: Kalau kalian Pilih Yang Lain Terserah, Saya Pilih Ridho

04 April 2018 - 18:10:17 | 176 | POLITIK

DL/04042018/Lamsel

----- Ada hal menarik dalam pertemuan dua insan beda generasi dalam sebuah sarasehan di kawasan Jati Agung Lampung Selatan, Rabu 4 April 2018.

Adalah Calon Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, didaulat oleh warga Desa Karang Anyar, untuk menjadi pembicara pada kegiatan sarasehan Paguyuban Petani Jati Agung, Lampung Selatan dan Surono Danu penemu varietas MSP-1, yaitu benih padi usia panen 95 hari.

Sebagai generasi muda, Ridho menampakkan hormat yang mendalam kepada mbah Surono yang secara usai memang pantas menjadi ayahnya.

Tidak segan Gubernur Lampung non aktif ini mencium tangan sang ahli pertanian di Lampung itu, dan mbah Surono pun tak segan untuk memberikan respon sebagai seorang ayah. Pemandangan ini cukup menarik hadirin yang ada di lokasi tersebut. “Lho kenapa pada ketawa, dia ini anak saya, saya sudah tahu dengan dia ini sejak dia masih TK," ujar Suroso Danu spontan.

Pertemuan kedua pembicara pada kegiatan dengan tema Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani ini juga disambut antusias oleh warga.

Pasalnya, warga menilai Ridho Ficardo dan Surono Danu, seperti air dan padi yang sama-sama memberikan kontribusinya kepada Provinsi Lampung dan berkomitmen membangun kedaulatan pangan.

Setelah menyalami petani yang hadir, Surono Danu sempat berseloroh. “Kalau kalian pilih yang lain terserah, kalau aku pilih Ridho saja,” tukas Danu, disambut sorak dan tepuk tangan warga yang hadir.

Dalam sarasehan tersebut, M Ridho Ficardo, sempat memaparkan 3 program strategis kepada warga Desa Karang Anyar, yakni Pertanian, Industrialisasi, dan Pariwisata.

Menurut Ridho, dalam bidang pertanian Provinsi Lampung menduduki peringkat ke-4 surplus beras nasional. Dan di tahun 2015 hingga 2016, produksi padi ikut melonjak mencapai 1 juta ton.

Pemerintah Provinsi Lampung, di era kepemimpinannya, juga setiap tahun membagikan program bantuan ratusan sumur bor gratis.

“Pemprov yang menganggarkan, petani dan masyarakat yang membangun secara bersama-sama dan bergotong royong. Karena gotong royong adalah salah satu bentuk kearifan lokal bangsa indonesia yang tidak boleh hilang,” ungkap Ridho.

Selain itu, yang menjaga negara ini tetap berdiri adalah petani, bukan tentara. “Mengutip perkataan Suharto, yang menjaga negara ini tetap utuh adalah Bulog dan petani. Artinya apa, sehebat apapun tentara kita, secanggih apapun senjatanya, kalau nggak ada beras, pasti mati,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Parmin, mantan Kepala Desa Karang Anyar 2 periode, turut mengapresiasi semua pembangunan yang telah dilakukan M Ridho Ficardo bersama Bachtiar Basri.

“Selama masa kepemimpinan Pak Ridho, Alhamdulillahkami petani banyak diperhatikan, harapan kami Pak Ridho dapat melanjutkan pembangunan di Provinsi Lampung,” kata Parmin.

Usai melakukan kegiatan sarasehan, calon Gubernur Lampung ini juga menyempatkan diri untuk menyapa masyarakat di Pasar Karang Anyar, hingga meladeni warga untuk berfoto atau swafoto bersama. (*)