Ide Kredit Pendidikan Jokowi Bisa Direalisasikan

27 Maret 2018 - 15:03:00 | 144 | PARLEMENTARIA

DL/27032018/Jakarta

---- Akses memperoleh layanan pendidikan tinggi di Indonesia saat ini memang masih terbatas pada generasi muda yang mampu secara ekonomi.

Buktinya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi masih belum mampu beranjak naik sampai ke 30 persen. Salah satu persoalan yang paling mendasar yang menghambat generasi muda yang kurang mampu, tapi ingin kuliah adalah ketidakmampuan finansialnya.

Membantu keluar dari persoalan ini memang dibutukan terobosan baru dari pemerintah. Alokasi dana pemerintah harus sedikit digeser untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara jangka panjang.

Anggota Panja Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) Komisi X DPR, Yayuk Sri Rahayuningsih menyatakan ide kredit pendidikan tersebut perlu segera dibahas Komisi X DPR. Karena menurutnya Kemenristekdikti sangat bisa direalisasikannya.

“Bagus kok, saya setuju kita bahas. Tinggal dicocokkan saja, selektif pinjaman ini diberikan untuk calon mahasiswa yang kondisi bagaimana. Dan lantas bagaimana melunasinya nanti usai lulus kuliah,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR Senayan, Senin 26 Maret 2018.

Dia menuturkan dirinya merasa Kredit lunak yang dimaksudkan Presiden sangat dibutuhkan generasi muda kalangan rentan miskin dan menengah-bawah.

Bantuan seperti ini memungkinkan mereka mengakses pendidikan tinggi ataupun bertahan di bangku kuliah tanpa dibebani biaya tidak langsung pendidikan tinggi.

Legislator NasDem Dapil Jawa Timur VII ini meminta sebaiknya ide ini Komisi X untuk segera membahasnya dengan Kemenristekdikti.

“Intinya saya minta Komisi X bahas dululah, jangan asal tidak setuju. Kita dorong sinergi Kemenristekdikti dengan Industri Perbankan untuk bersinergi dan merealisasikan gagasan ini,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya melontarkan wacana mengenai kredit pendidikan yang memberi kemudahan bagi mahasiswa untuk mencicil biaya kuliahnya.

Jokowi menganggap bahwa mereka yang ingin masuk ke perguruan tinggi berasal dari kelas menengah yang tersentuh akses perbankan dan mampu meminjam uang dalam bentuk kredit pendidikan. 

Jokowi berharap rumusan kebijakan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dapat rampung pada akhir Maret 2018. (Lis/Nd)