Hilangnya APK Cagub Siapa Yang Bertanggungjawab

25 Maret 2018 - 21:50:36 | 98 | POLITIK

DL/25032018/Bandarlampung

---- Belum genap sebulan pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dilakukan oleh KPU Provinsi Lampung, tetapi ada beberapa APK yang hilang di berbagai tempat. Dan ini sebenarnya siapa yang harus bertanggungjawab.

Jika kepastian hukumnya sudah ada, maka seharusnya pihak-pihak yang menjadi wasit dan penyelenggara dalam pemilukada ini harus mempertanggungjawabkan.

Banyaknya APK pasangan calon (Paslon) nomor urut tiga dari berbagai tempat, membuat Yuhadi, liasion officer (LO) Arinal Djunaidi berang.

“Pasti dong, Saya sangat kecewa dengan Panitia Pengawas (Panwas) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebenarnya APK itu dipasang tidak, kalau dipasang kenapa bisa hilang dan tak ada tindakan apapun dari para penyelenggara pemilukada kita ini,” kata Yuhadi, saat dihubungi via telepon, Minggu sore 25 Maret 2018.

Menurut dia, pihaknya selama ini selalu berupaya taat atas aturan yang diterapkan oleh KPU, namun dengan adanya kejadian itu dirasakan sangat merugikan paslon yang diusung PAN, Partai Golkar dan PKB itu.

“Merusak dan mencuri APK itu termasuk pidana pemilu dan bisa juga dikategorikan pidana umum,” kata dia. Ia juga menegaskan akan melaporkan hilangnya APK tersebut ke pihak berwajib.

“Kami merasa sangat dirugikan, kenapa KPU dan Panwas tidak memperhatikan kejadian-kejadian semacam itu. Hilangnya APK ini bukan sekali dua kali, kemarin saya dapat kabar di Lampung Timur, Tanggamus dan sekarang di Bandarlampung,” kata dia.

Ia juga mempertanyakan kenapa hanya kegiatan mereka saja yang dipantau tapi soal kejadian hilangnya itu seolah-olah tidak diperhatikan. “Seperti kemarin ada rumah tim pemenangan kita di Kemiling Bandarlampung yang memasang banner di rumahnya, diobok-obok oleh Panwas ini itulah,” kata dia.

KPU dan Panwas atau Bawaslu juga, kata Yuhadi, seharusnya ikut andil dalam menjaga alat peraga yang mereka pasang. “Nanti, kalau kita pasang sendiri, kata mereka menyalahi aturan dan dilepas, inikan sangat merugikan paslon,” katanya.

Saat ditanya kewajiban tim atau pun paslon yang mengganti, Yuhadi menegaskan, pihaknya siap saja kalau untuk perawatan dan pergantian. “Masalahnya, ini APK tidak robek, tapi hilang. Panwas dan KPU juga harus bertanggungjawab untuk mencari keberadaan APK itu, jangan selalu kita yang disalahkan dan dirugikan,” ujarnya ketus.

Ia berharap, KPU dan Panwas dapat menindaklanjuti persoalan itu dengan lebih bijak, karena kejadian itu sangat merugikan Paslon.

Sebelumnya sejumlah APK Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut tiga Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim yang dipasangan KPU raib tanpa bekas. Kejadian itu, tidak hanya terjadi di Bandarlampung, namun juga di sejumlah kabupaten seperti Tanggamus dan Lampung Timur dan Lampung Barat. (Lis)