Waduh, 1.500 Bilik Suara Lamsel Hilang

01 Maret 2018 - 05:45:19 | 278 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/28022018/Lamsel

---- Ini sudah masuk pada tataran serius terkait pengamanan pada kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Selatan yang sangat minim, sehingga beberapa waktu lalu 1.500 buah bilik suara raib dari gudang.

Ditengarai kejadiannya Senin 12 Februari 2018 malam. Semula total bilik suara itu ada 3.866 buah, dan tersisa 2.366 bilik suara.

Untuk diketahui, di Lamsel ada 1.700 tempat pumungutan suara (TPS). Masing-masing TPS membutuhkan dua bilik suara. Jadi, 1.500 bilik yang hilang adalah peruntukan 750 TPS.

Sekretaris KPUD Lamsel, Bejo Purnomo menjelaskan kehilangan bilik suara itu baru diketahui pada Rabu 14 Februari 2018. Pihaknya sudah menulis laporan ke Polisi pada Kamis 15 Februari 2018. Karena belum mendapat tanggapan, mereka melapor ulang pada Jumat 23 Februari 2018.

Disinyalir pencuri masuk dari bagian belakang kantor. Dan dengan leluasa menggasak 1.500 bilik suara. “Diketahuinya pada saat kita sedang mengecek lokasi penyimpanan bilik suara. Saat itu, diketahui, jumlah bilik suara ini kok berkurang? Hilangnya ada tiga tumpukkan,” tambah Bejo.

Memang sebelumnya ada pengamanan dari pihak Polres, namun itu hanya saat datangnya logistik pemilihan umum (Pemilu). “Selama ini masih belum ada dari pihak Kepolisian yang datang untuk melakukan pengamanan,” ujar Bejo saat ditemui di ruangannya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bagian Umum dan Logistik KPU Lamsel, Asep Rujani. Ia menjelaskan, bilik suara diletakkan di gudang logistik. “Kebetulan karena gudangnya penuh, makanya bilik suara diletakkan di gudang logistik,” beber Asep.

Peristiwa ini akan segera dilaporkannya ke KPU Provinsi Lampung, serta mengajukan pengadaan bilik suara lagi menutupi kekurangannya itu. Akibat kehilangan logistik ini negara mengalami kerugian sekitar Rp150 juta.

“Dengan kehilangan ini, dari 1.700 TPS di Lampung Selatan, dipastikan setengahnya tidak mendapat jatah bilik suara. Jika 1500 bilik suara itu masih belum ditemukan, akan dikaji tingkat Provinsi untuk mendapat gantinya. Ini untuk menjamin Pilgub nanti aman,” lanjutnya. (Hrs)