Arinal: STOP Pupuk Palsu

27 Februari 2018 - 17:57:50 | 291 | POLITIK

DL/27022018/Bandarlampung

---- Petani yang selalu menjadi korban. Petani juga yang harus menanggung akibatnya. Dan Petani merugi secara terus menerus. Pengedar pupuk palsu gentayangan mencari mangsa petani yang dapat ditipu.

Keadaan ini berulang dan kini memasuki masa yang makin membuat petani tambah ciut. Namun peredaran pupuk palsu yang berhasil dibongkar oleh kepolisian di beberapa wilayah Lampung telah membawa kelegaan. Pasalnya tindakan sindikat pengedar pupuk merugikan petani sebagai konsumen pupuk.

Arinal Djunaidi, calon Gubernur Lampung nomor urut tiga angkat bicara soal ini. Dia menyatakan peredaran pupuk palsu tak boleh terjadi lagi khususnya di Lampung.

Harus ada sistem pengawasan ketat dari stake holder yang terkait untuk melindungi petani dari peredaran pupuk palsu. Langkah aparat keamanan membongkar sindikat dan mencegah peredaran pupuk palsu patut didukung semua.

“Lampung itu lumbung pangan nasional. Kita juga punya kebun Karet dan sawit yang butuh pupuk. Memang selama ini tak ada pabrik pupuk di Lampung, ke depan kita harus bisa penuhi sendiri kebutuhan pupuknya,” kata Arinal Djunaidi yang berpasangan dengan Chusnunia Chalim atau mbak Nunik ini.

Terbongkar Sindikat Pupuk Palsu

Pekan lalu Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat berhasil menangkap 4 pelaku distributor pupuk palsu. Penemuan pupuk palsu berawal dari operasi patroli tim Tekab 308 yang memberhentikan R4 bermuatan barang.

Setelah diperiksa petugas, AKP Dony K Barulangi, Kasatreskrim Polres Tulang Bawang ditemukan adanya pupuk palsu jenis NPK Mutiara.

Sesuai peraturan perundangan yang berlaku, pelaku pengedar pupuk palsu terancam pasal  Pasal 113 Junto Pasal 57 ayat 2 UU RI No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan  juga Pasal 62 Ayat 1 Junto Pasal 8 Ayat 1 Huruf a dan e UU RI NO 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman sanski hukuman 15 tahun penjara.

Ada sebanyak 25 karung pupuk palsu siap edar, terkait dengan hal ini guna membongkar praktek distribusi pupuk palsu ini Satreskrim Polres Tuba sedang melakukan pendalaman dan pengembangan perkara. (red)