Musibah Banjir di Metro, Jangan Saling Menyalahkan

27 Februari 2018 - 08:15:59 | 255 | BERITA DAERAH

DL/27022018/Kota Metro

---- Hujan dengan intensitas tinggi pada, Minggu malam, 25 Pebruari 2018  kembali mengguyur kota Metro. Akibatnya, beberapa wilayah dikota ini terendam banjir, di Kelurahan Tejoagung Kecamatan Metro Timur, air merendam perumahan warga setinggi pinggang orang dewasa bahkan satu jembatan yang menghubungkan dua wilayah yaitu Kecamatan Batang Hari Lampung Timur menuju arah Stadion Tejosari  Metro Timur tepatnya disamping SMAN 4 mengalami longsor dan terputus akibat diterjang luapan air.

Menyikapi hal ini, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Metro, Anna Morinda saat dihubungi oleh detiklampung.com melalui telepon selulernya, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi ini.

Ia berharap situasi banjir merupakan musibah, hal ini jangan sampai dijadikan sebagi wahana untuk saling menyalahkan namun harus disikapi dengan mawas diri dan berbenah.

“ Kita semua merasa prihatin dengan musibah ini, hal ini jangan dijadikan sebagi ajang untuk saling menyalahkan namun harus kita sikapi dengan sabar dan saling mengingatkan untuk bersama-sama mencari solusi agar musibah banjir tidak terulang lagi kota kita ini,” jelasnya.

Dikatakan Anna, banjir yang melanda kota Metro merupakan imbas dari dibukanya pintu air irigasi yang menuju wilayah Metro sehingga air meluap dan curah hujan yang tinggi sehingga  Metro terkena imbas banjir.

Guna menanggulangi masalah banjir pihak DPRD telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah setempat. Menurutnya, beberapa aliran sungai dan irigasi perlu dilakukan peninggian tanggul agar dimusim penghujan air tidak meluap.

Terkait anggaran untuk peninggian tanggul lanjut Anna, itu berada di Provinsi dan saat ini telah pada tahap teander. Diharapkan proyek tersebut segera teralisasi.

“ Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak Pemkot, walaupun ini bukan ranah kami (DPRD) , namun kami sudah melakukan pembicaraan terkait anggaran untuk program tersebut. Terkait anggaran itu berada di Provinsi dan sudah pada tahap tender. Kedepan ini semua menjadi fokus pemikiran kami,” jelasnya.

Disamping itu lanjut Anna, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan gotong royong. Merawat dan membersihkan saluran irigasi sangat penting, karena hal ini juga pemicu terjadinya luapan air disaat musim penghujan.

Anna juga tidak menapik jika, keberadaan bangunan milik warga yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir.dan pantauan detiklampung.com di lapangan, memang benar ada beberapa bangunan milik masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai, rawa atau aliran irigasi dengan cara ditimbun untuk dirikan bangunan

Anna menambahkan, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pasca banjir karena hal ini rentan dengan timbulnya penyakit seperti DBD dan Diare. Untuk itu pihaknya meminta kepada Dinas terkait agar segera melakukan tindakan pencegahan.

“ Di beberapa tempat, ada bangunan milik masyarakat yang melanggar batas daerah aliran sungai atau irigasi, hal ini juga yang menjadi penyebab terjadinya banjir karena aliran tersumbat. Ini juga menjadi perhatian kami dan sudah kami sampaikan kepada pihak eksekutif untuk dilakukan penataan dan carikan solusi terbaik. Untuk penanganan pasca banjir saya yakin rekan-rekan dari Dinas baik itu Diskes, Depsos atau BPDB dan satker lainya sudah bekerja secara maksimal dan all out guna menangani hal ini.” tandasnya. (Igun)