Anna Morinda: Hukuman Penjara Tak Membuat Jera Pengedar Narkoba

27 Februari 2018 - 07:56:06 | 405 | BERITA DAERAH

DL/27022018/Kota Metro

---- Indonesia darurat narkoba, dunia darurat narkoba. Sepertinya Narkoba menjadi salah satu penghancur generasi bangsa. Demikian bayangan kondisi betapa peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mewabah.

Momok baru negeri ini bukan saja terorisme radikalisme, namun justru yang satu ini, narkoba, jauh lebih berbahaya karena menyerang semua kalangan dan usia di tengah masyarakat.

Terkait hal ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) , Anna Morinda yang juga menjabat sebagai ketu Granat kota Metro, saat dikonfirmasi detiklampung.com melalui telepon selulernya menegaskan, pihaknya sangat geram dengan kondisi ini.

Bahkan pihaknya menyatakan sangat setuju bila, produsen dan pengedar Narkoba diberikan hukuman mati jika tertangkap. Karena hukuman badan atau penjara tidak membuat jera para pengedar Narkoba.

“ Situasi saat ini bukan lagi sebagi darurat Narkoba mas, ini sudah menjurus pada system penjajahan model baru.para kartel atau siapapun yang memasok Narkoba ke Indonesia menginginkan Bangsa ini hancur dan mereka akan dengan mudah menguasai Indonesia dan merampas seluruh kekayaan alam Bangsa kita,” tegasnya. Senin 26 Pebruari 2018.

Dicontohkan oleh Anna, dulu Bangsa China sangat maju dan makmur, namun setelah masyarakatnya diracuni dengan Narkoba, maka hancurlah Negara tersebut karena masyarakatnya menjadi malas dan rusak seluruh mental masyarakatnya.

Menyadari hal itu, pemerintah China bangkit dan menyatakan perang besar terhadap Narkoba hingga akhirnya China kembali bangkit dan menjadi Bangsa yang maju.

“ Saat ini, di Negara kita bisa dikatakan sudah perang candu. Dimana bangsa-bangsa lain sangat menginginkan kekayaan Negara Kita. Untuk melakukan perang secara frontal mereka tidak berani oleh karenanya mereka ingin menghancurkan Bangsa Indonesia dengan cara meracuni masyarakatnya dengan Narkoba,” jelasnya.

Untuk menghadapi hal ini agar dampak dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang tidak meluas dan meracuni masyarakat Indonesia, khususnya kota Metro, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan bekerjasama dengan semua pihak.

Pendekatan dan konseling kepada semua pihak terus dilakukan, terutama anak-anak yang masih dibawah umur seperti siswa Taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA bahkan hingga ke tingkat Perguruan Tinggi atau Mahasiswa.

Upaya Pemerintah dengan aparat penegak hukumnya terus melakukan upaya pencegahan dan memerangi peredaraan Narkoba, tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada kepedulian serta peranserta masyarakat ikut andil membantu memerangi hal ini.

Semua pihak harus terlibat dan peduli bersama-sama menyatakan perang besar terhadap kelompok-kelompok atau perorangan yang ingin merusak Bangsa Indonesia dengan Narkoba.

“ Kita terus melakuan pendekatan serta pemahaman kepada generasi muda kita. Karena Narkoba saat ini sudah dikemas sedemikian rupa, dari bentuk permen, minuman dan makanan sehingga mudah masuk kekalangan anak-anak, pelajar dan yang lainnya. Dan ini tanggungjawab kita bersama, ini harus melibatkan semua pihak, orang tua, guru, jajaran Pemerintah, LSM, Wartawan semua lapisan masyarakat. Kita harus bersama-sama dan secara terus-menerus memberikan bimbingan dan pemahaman agar mereka terselamatkan dari kecanduan Narkoba,” ungkapnya. (Igun)