Provinsi Lampung Harus Menjadi Wilayah Ramah Anak

26 Februari 2018 - 02:35:04 | 2133 | BERITA DAERAH

DL/26022018/Bandarlampung

---- Lingkungan dan sekolah seharusnya menjadi tempat pembelajaran bagi anak untuk anak memiliki kekutan spiritual, keagamaan, pengendalian diri serta ketrampilan yang diperlukan oleh anak untuk nantinya terjun di masyarakat.

Namun, saat ini banyak sekolah yang memprihatinkan terlebih bila berbicara tetang kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, berita-berita mengenai kekerasan terhadap anak di sekolah kerap mewarnai pemberitaan media cetak dan elektronik di Indonesia.

Pasangan nomor urut tiga Arinal Djunaidi-Chusnunis Cahlim yang maju sebagai gubernur dan wakil gubernur Provinsi Lampung bertekad untuk menjadikan Lampung sebagai wilayah ramah anak.

“Anak-anak merupakan penerus generasi masa depan bangsa ini, sehingga kita harus menjaga mereka,” kata Arinal Djinaidi, Jumat 24 Februari 2018.

Bagaimana itu semua bisa terwujud, tentunya membutuhkan peran serta seluruh masyarakat baik itu dari lingkungan bermain dan juga sekolah.

Yang paling utama ada sekolah, sebab separuh dari waktunya selalu dihabiskan di sekolah oleh sebab itu peran serta guru sangat mencegah terjadi kekerasan terhadap anak. “Sekolah adalah benteng pertahanan, guru harus melindungi anak dari tindak kekerasan," ucapnya.

Hal senada disampaikan pasangannya calon wakil gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim mengatakan pihaknya telah berkomitmen mendorong terwujudnya lebih wilayah yang ramah anak di Lampung.

Sejumlah wilayah di Lampung memang telah dicanangkan sebagai wilayah ramah anak, tapi masih ada yang belum tersebut dan oleh sebab itu peran semua pihak untuk mewujudkannya.

“Salah satu contoh Pemkab Lampung telah mencanangkannya Desa Labuhan Ratu VII di Kecamatan Labuhan Ratu sebagai desa yang ramah anak,” kata perempuan yang biasa disapa Nunik.

Di desa tersebut pernah terjadi kasus kekerasan terhadap seorang anak, dengan dicanangkannya desa tersebut itu sebagai upaya dari pemkab agar kasus kekerasan menimpa anak tidak terulang kembali.

Sebelumnya dirinya cuti dari bupati Lampung Timur, dirinya telah mencanangkan 24 desa dari total 264 desa agar menjadi desa yang ramah terhadap anak. Sejumlah syarat untuk menjadi desa yang ramah anak secara bertahap pun terus dipenuhi. “Kita harus lebih bekerja keras, cepat, giat agar desa-desa di Provinsi  itu ramah terhadap anak,” kata dia.

Selain itu, kepada orang  tua untuk memenuhi hak-hak anaknya seperti tidak memaksakan keinginan orang tua wajib diikuti anaknya, contohnya memaksakan anak dalam hal memilih warna.

“Jangan memaksakan anak kita meniru kita semuanya misalnya bapaknya suka warna kuning anaknya harus suka warna kuning padahal anaknya suka warna hitam biarkan anak berkreasi dan memaksimalkan potensinya,” ujar dia.

Berdasarkan data BPS pada tahun 2016 dari 8.205.141 penduduk Lampung 2.722.910 adalah anak-anak. Artinya,  30 persen penduduk Lampung adalah anak-anak yang harus mendapat perlindungan dan jaminan masa depan yang baik.

Berkaitan dengan kasus kekerasan yang terjadi di Lampung hingga September 2017, 64,42 persen korbannya anak-anak.(Lis)