Flu Burung Meluas di Lampung Timur

06 Januari 2014 - 18:34:39 | 1431 | BERITA DAERAH

DL/05012014/SUKADANA
Dipacu dengan adanya cuaca ekstrim belakangan ini, virus flu burung (H5N1) kembali menganas dan menyerang unggas di wilayah Lampung Timur, bahkan indikasinya meningkat hingga 300 persen.
Virus ini ditengarai dapat menjalar ke kecamatan lain, diluar 10 kecamatan yang sudah terjangkit. Tercatat sekitar 6.115 ekor unggas mati akibat virus tersebut hingga pada Oktober 2013.
Dari sepuluh kecamatan itu diantaranya kecamatan Way Jepara, Purbolinggo, Raman Utara, Batanghari, Brajasebelah, Sekampung dan kecamatan Pasir Sakti.
Salim, seorang peternak ayam potong di kawasan itu mengatakan bahwa pemerintah kurang tanggap dalam persoalan ini."Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan karena ini bukan hanya taggungjawab warga peternak, tetapi juga pemerintah. Selama ini tidak diberikan pembinaan dan sosialisasi tentang flu burung," katanya.
Jangan Vaksinasi, sosialisasi secara langsung saja tidak penah dilakuan pemerintah.
Namun keluhan Salim ii justru dibantah oleh dinas peternakan Lampung Timur, yang mengklaim telah melakukan sosialisasi dan vaksinasi kepada peternak. Menurut Dewanto, Kabid Keswan Dinas Peternakan Lamtim, Hal ini bukan dikarenakan kurangnya sosialisasi tetapi juga dikarenakan iklim yang ekstrim (musim hujan).
Secara langsung, wilayah potensi tersrang virus merambah ke Wilayah Kecamatan lain, terlebih Kecamatan tetangga seperti halnya Kecamatan Pasir Sakti dengan kecamatan Labuhan Meringgai, Kecamatan Sekampung Udik dan seterusnya,” kata Kabid Kesehatan Hewan (keswan) Dinas Perternakan (disnak) Lamtim, Dewanto mengatakan, Selasa (31/12) lalu.
Virus H5N1 ini biasanya menyerang unggas pada saat memasuki musim hujan dan virus ini memang menular. Dan hal ini dikarenakan kurang kesadaran dari masyarakat untuk menjaga agar penularan virus tersebut tidak tersebar.
“Jika peternak mendapati unggasnya ada yang mati mendadak, maka segera dibakar dan dikubur, jangan dibuang sebarangan. Kemudian peternak dengan segera memberikan vaksinasi kepada unggas lainnya, agar tidak mewabah atau menyebar. Sampai akhir tahun 2013 kemarin sampai saat ini tidak ada keluhan mengenai dugaan virus tersebut, sebagian besar dapat  ditanggulangi dari kesadaran masyarakat atau peternak itu sendiri,” kata Dewanto. (rd-14)