PKH Monitoring Penyaluran Bansos Rastra Waykanan

13 Februari 2018 - 16:15:07 | 1197 | BERITA DAERAH

DL/13022018/Waykanan

---- Di tengah tingginya harga beras di pasaran dan petani padi yang juga belum panen, bantuan beras Rastra sangat dibutuhkan masyarakat. Bantuan beras Rastra terus dikebut untuk disalurkan kepada masyarkat yang berhak menerima bantuan.

Namun bantuan sosial Rastra mengalami perubahan teknis penyaluran, yang semula masyarakat menerima 15 kg kini diubah menjadi 10 kg. Begitu juga perubahan dengan tebusan sebelumnya biaya tebus Rp1.600/kg menjadi gratis tanpa biaya tebus.

Hal itu yang harus mendapatkan pengawasan dari Dinas sosial dalam penyaluran beras Rastra kepada masyarakat, karena dikhawatirkan protes dari penerima bansos Rastra. Selain itu memastikan Kepala Kampung tidak melakukan pemungutan biaya tebus kepada masyarakat.

Kordinator PKH Way Kanan, Pebri, mewakili Kepala Dinas sosial menegaskan bahwa penyaluran tetap akan diawasi secara ketat. “Hari ini kami memonitor penyaluran bansos Rastra di tiga kecamatan yaitu Way Tuba, Baradatu dan Pakuon Ratu. Dan kami akan terus pantau penyaluran bantuan Rastra ini,” Ujarnya, Sabtu 10 Pebruari 2018.

Teknis penyalurannya, dari Dinas Sosial langsung diantar ke Balai kampung masing-masing agar tidak membebani Kepala Kampung untuk mengeluarkan biaya transportasi. “Sehingga tidak ada alasan untuk melakukan pemungutan biaya kepada masyarakat,“ kata Pebri.

Dimenegaskan bahwa di Kampung Pakuon Baru, kecamatan Pakuon Ratu, pembagian rastra sangat transparan. “Bagus dan transparan di sini. Dengan langsung mengundang masyarakatnya ke Balai Kampung saat itu juga, dan saya lihat langsung masyarakat sangat senang menerima bansos Rastra gratis.” Tambahnya.

Saat pemantauan, kami  melihat masih banyak masyarakat yang berhak menerima Rastra, namun belum mendapatkan beras. “Itulah yang menjadi tugas kami pemerintah untuk mengusahakan agar masyarakat yang wajib menerima dapat di usulkan.” Kilah Pebri. (Deny)