Terminal Bayangan Hajimena Dibiarkan Mengganggu Lalulintas

10 Februari 2018 - 02:20:21 | 849 | HUMANIORA

DL/09022018/Bandar Lampung

---- Tepat di jalan lintas Sumatera daerah perbatasan Bandar Lampung dan Lampung Selatan, beberapa meter di kawasan Tugu Raden Inten Rajabasa menuju Kotabumi, beberapa bus parkir di pinggir jalan hingga membuat kemacetan. Bahkan, sopir bus seenaknya memarkirkan busnya sampai memakan bahu jalan sehingga menggangu pengendara lainnya.

Bukan hanya sesekali, tetapi sudah setiap hari bus parkir di tepi jalan. Padahal sudah disediakan terminal seperti Terminal Induk Rajabasa. Namun masih banyak dan semakin banyak bus yang memilih ngetem di sana dengan alasan penumpangnya lebih banyak.

Biasanya jalan tersebut dapat digunakan pengendara motor. Namun karena bus parkir sembarangan, jalan yang dilewati pun menjadi sempit. Bukan saja pegendara motor yang merasa dirugikan, tetapi pejalan kaki pun dibuat kesal karena seringkali pengendara mengklaksonnya saat melintas.

Johan salah satu sopir bus mengatakan pendapatan yang diperoleh saat menunggu penumpang di terminal dengan di sini berbeda jauh. Karena dari penumpangnya sendiri yang tidak ambil pusing harus ke lokasi terminal yang lumayan jauh.

“Sebelem ngetem di sini saya dulu juga pernah di terminal mbak, tetapi banyak faktor yang menyebabkan penumpang lebih ramai menunggu di sini. Seperti kurangnya keamanan yang menyebabkan penumpang memilih pergi, jadi kalau saya nunggu di sana rugi waktu dong mbak.” Ujarnya.

Lebih Mudah Dapat Penumpang

Johan juga terus terang mengakui jika tak melakukan hal seperti ini dia tak bisa menutupi setoran mobil harian. “Jika terus-terusan menunggu lama di terminal bagaimana saya mau memberi setoran, jadi lebih baik mangkal di sini, karena cepat mendapatkan penumpang, dan penumpang pun sebaliknya mereka juga memilih menunggu pinggir di jalan dari pada di terminal,” tambahnya.

Ketika disinggung bahwa di kawasan ini akhirnya sering menimbulkan kemacetan, Johan juga tidak menampiknya. “Iya, memang sering menimbukan kemacetan di sini. Tetapi ya mau gimana lagi, bisa mendapatkan penumpangnya di pinggir jalan.” Ujar Johan, kepada detiklampung.com Jumat 9 Februari 2018.

Devi seorang Mahasiswa Politeknik juga mengaku nyaman cari bus di luar terminal. “Saya merasa lebih nyaman menunggu di pangkalan pinggir jalan, karena tidak rawan kejahatan dan menunggu busnya cepat, tidak seperti di Terminal Rajabasa yang sudah menunggu lama, tetapi kadang juga belum mendapatkan bus.” Ujarnya.

Sementara Dinasti, salah seorang mahasiswi Politeknik Bandar lampung mengatakan bahwa lebih suka menunggu bus di kawasan itu karena cepat dapat bus. “Kalau harus ke terminal dulu jauh mbak dan saya harus putar balik, ya jadi mending nunggu di sini aja menghemat waktu dan ongkos juga”, ujarnya.

Sistem Antri Dorong

Salah seorang sopir bus mengatakan bahwa dia dan teman-temannya yang lain menggunakan sistem dorong yang artinya bergantian dengan yang lain, nunggu diterminal 15 menit langsung jalan. Karena sepinya penumpang membuat mereka menggunakan sistem tersebut.

Dengan demikian, meskipun mereka sempat antri di terminal hanya sebentar dan kemudian keluar untuk ngetem di tempat ini.

Para pengemudi seolah-olah tidak lagi memikirkan bahwa caranya itu keliru atau tidak. Bagi mereka yang terpenting adalah mendapatkan penumpang dengan cepat.

Sementara penumpang juga mengaku lebih nyaman dan cepat jika mencari bus di kawasan yang tidak resmi tersebut. Mereka mengeluhkan jika di terminal Rajabasa kurang nyaman dan jaraknya cukup jauh, sehingga harus menaiki kendaraan angkot lainnya, sehingga dua kali membayar ongkos mobil.

Sebelumnya, petugas di Terminal Rajabasa pun menengarai mulai sepinya terminal Rajabasa lantaran Bus dan Penumpangnya enggan memasuki terminal. Bahkan kini secara total tinggal 20 persen kendaraan yang masuk ke Terminal Rajabasa. (Vi/Tan/san/Bat)