Nunik: Atasi Stunting Dengan Sambang Gizi

10 Februari 2018 - 01:36:07 | 2700 | KESEHATAN

DL/10022018/Lampung Timur

---- Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek (tinggi badannya) untuk ukuran seusianya. Ini sudah menjadi isu nasional.

Untuk turut menanggulangi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur meluncurkan program Sambang Gizi dan Perwujudan Sanitasi Sehat di daerah setempat.

Launchingnya dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Timurm Chusnunia Chalim di Desa Negara Nabung Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Jumat 9 Pebruari 2018.

Mbak Nunik, sapaan akrab Bupati Lampung Timur itu, menyerahkan pembagian makanan tambahan  untuk 22 Balita dan tiga ibu hamil kategori Kekurangan Energi Kronis. Kemudian dilakukan pembangunan sanitasi sehat di lima rumah warga setempat.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur, Samsulrijal mengatakan bahwa sambang gizi adalah upaya pemerintah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang memiliki anak gizi kurang (stunting) sehingga menyebabkan pertumbuhannya lambat.

Sedangkan perwujudan sanitasi sehat adalah salah satunya berupaya membantu mewujudkan jamban bersih, air bersih dan sebagainya.

“Lampung Timur dalam mencanangkan gerakan sambang gizi dan perwujudan sanitasi sehat tersebut bekerja sama dengan Kodim 0411/LT guna pengentasan persoalan stuntingnya,” imbuh Samsurijal.

Stunting ini apabila tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas dan kemudian menghambat pertumbuhan yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan.

Karenanya masalah stunting saat ini merupakan salah satu program prioritas  pemerintahan Presiden Jokowi yang pada Tahun 2018 telah dipilih sejumlah 35 provinsi, 100 kabupaten dan seribu desa.

Untuk di Kabupaten Lampung Timur sendiri program ini menyasar di sepuluh desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sukadana, Marga Tiga, Waway Karya dan Marga Sekampung. (rls)