Diklatsar Mapala Unila Dengan Metode Baru

10 Februari 2018 - 01:20:28 | 1701 | BERITA DAERAH

DL/09022018/Bandar Lampung

---- Pendidikan dan Latihan dasar (Diklatsar)  Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Lampung (Unila) meluluskan 6 anggota muda, usai mengikuti pelatihan lapangan selama sepekan di Gunung Tanggamus, Pesawaran, Lampung sejak Jumat 2 Pebruari 2018.

Angkatan XXVII yang terdiri dari 6 orang peserta yakni, Aldi mega (Fakultas Pertanian jurusan Kehutanan), Nadiatus (Fakultas Pertanian jurusan Agroteknologi),  Natasya (Pertanian jurusan kehutanan),  Putri ayu (Pertanian jurusan Kehutanan), Siti Neneng (Pertanian jurusan Kehutanan) dan Swarna Darma (Teknik, Jurusan Kimia) seluruhnya dinyatakan lulus oleh pengurus, presidium dan badan dilklat (Badik)  Mapala Unila. 

Ketua Mapala Unila, Hermawan Toni mengatakan,  suksesinya diklatsar ruangan dan lapangan berkat kekompakan panitia maupun peserta. Meskipun di lapangan para peserta dan panitia harus berjibaku menyesuaikan keadaan alam, tetapi dapat dipastikan seluruh peserta sehat dan ceria mengikuti segala sesi pembekalan materi hingga akhir.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik hingga akhir, meskipun hujan selama seminggu, tapi pembekalan materi yang kita berikan maksimal. Ini semua berkat kompaknya para peserta, pengurus dan kyai/kanjeng yang turut andil mensukseskan diklat ini,” Katanya,  Jumat 8 Pebruari 2018.

Lihat Outputnya

Diklat kali ini menjadi momentum istimewa sebab badan diklat tengah mencoba menerapkan sistem baru dari ketatnya regulasi yang diwajibkan oleh Universitas Lampung. Terutama tentang aturan untuk menghentikan segala bentuk kontak fisik dengan maksud tanpa mengurangi materi yang didapat oleh para peserta. 

“Badik dan para pengurus sudah berkomitmen menghentikan segala bentuk kontak fisik, bahkan hal itu menjadi jaminan kami, saat diklat kita juga diawasi langsung oleh pihak rektorat bagian kemahasiswaan Unila pak Arip cs. Hingga diklat dinyatakan usai kita juga pastikan keenam peserta kembali dengan sehat,” Jelasnya. 

Salah seorang peserta diklat, Swarna Darma mengakui diklat ini punya kesan sendiri sepanjang hidupnya. Sebab melalui kegiatan itu mereka dapat menjadi pribadi mandiri dan memiliki berbagai bekal ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat. 

“Sangat senang ini jadi sejarah hidup saya.  Bagaimana membentuk pribadi mandiri, menghilangkan rasa takut, rasa egois dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan,  mendapat segudang ilmu baru di sini.” tukasnya. 

Sementara itu dari salah seorang anggota Mapala Unila angkatan IV,  Ky Firman menambahkan,  pihaknya bersama anggota diklat dan panitia berusaha menerapkan metode diklat baru dengan menghilangkan beberapa cara lama seperti pengurangan materi yang dirasa tak perlu seperti sistem feodal lama. 

“Segala bentuk kontak fisik apapun kita hapus dan buang habis, kita lihat outputnya nanti setahun kedepan, apakah mereka aktif dan lanjut serta mampu berprestasi, sehingga bila dirasa layak dan sukses maka dapat dijadikan sebagai tolak ukur bahkan salah satu tambahan standar diklat di masa yang akan datang,” tegasnya. 

Dengan dinyatakan lulus, maka secara otomatis ke enam peserta diperbolehkan melakukan pendidikan lanjutan  seperti lantap dan pengambilan nomor induk anggota, sehingga tercatat sebagai anggota biasa dan terdaftar di buku besar Mapala se-Indonesia. (Lis)