X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Zidane: Kiper Harapan Sepakbola Lampung

  • dibaca 674 kali

    DL/04022018/Bandarlampung

    ----- Jika menilik penampilan dan prestasinya belakangan ini, anak muda ini layak dibilang akan menjadi penjaga gawang (kiper) harapan masa depan sepakbola Lampung.

    Adalah, Ahmad Zidane Pratama (17) yang saat ini masih bersekolah di SMA Negeri Olahraga (SMANO) Kota Metro Lampung.

    Terakhir Zidane membuat penampilan yang gemilang di final sepakbola Pekan Olahraga Provinsi Lampung 2017 tatkala Zidane yang berposisi sebagai penjaga gawang Lampung Utara mampu menepis 3 tendangan penalty pemain dari Lampung Tengah dalam drama adu pinalti yang berkesudahan 4-1 untuk Lampung Utara.

    Dari 4 penendang dari Lampung Tengah, tak satupun pemain yang mampu menjebol gawang Zidane saat itu. Tiga tendangan berhasil diblok, dan satu tendangan melambung ke udara.

    Ini membawa Lampung Utara akhirnya meraih medali emas dalam cabang sepakbola Porprov, dan nama Zidane menjadi penanda keberhasilan tersebut.

    Cita-cita Jadi Tentara

    Main sepakbola adalah hobi yang fanatik buatnya. Namun cita-cita Zidane bukan menjadi pemain sepakbola professional, melainkan ingin menjadi Tentara.

    “Kalau hobi sich yang fanatik main sepakbola. Meneruskan karir ayah, dan memilih posisi pada penjaga gawang juga meneruskan karir ayah saya yang juga penjaga gawang di PSBL Bandarlampung pada masa jayanya,” kata Zidane pada reporter detiklampung.com, Ageng Wicaksono.

    Ditemui di Mess Lampung Sakti di Pahoman, Zidane mengaku bahwa pilihannya untuk bermain sepakbola dan bergabung dengan klub sepakbola peserta Liga 3, Lampung Sakti adalah untuk menimba ilmu sepakbola sebanyak-banyak.

    “Pokonya saya ingin mencari dan menimba lmu sebanyak mungkin. Usia saya masih muda dan perlu masukan yang banyak. Saya di Lampung Sakti sangat beruntung bisa ikut menyerap ilmu pelatih-pelatih caliber nasional dan sangat bangga,” tambahnya.

    Zidane mengaku sangat didukung oleh orang tua sepenuhnya. Bahkan hingga dalam berlatih pun sang ayah, Agus Priyanto sangat banyak memberikan bekal terutama fisik dan teknik. “Latihan kadang berdua saja sama ayah, sangat banyak ilmu yang saya serap dari ayah. “ ujar Zidane.

    Memang secara prioritas, Zidane tetap mendahulukan sekolah ketimbang sepakbola. Namun demikian waktunya dibagi sedemikian rupa agar keduanya tidak saling mengganggu.

    “Tetap prioritas sekolah. Tetapi sepakbola juga bukan pilihan yang setengah hati. Semua saya seriusi. Tinggal bagaimana bisa membagi waktu dengan baik dan belajar tetap jalan seiring. Terutama saat berada di klub dan sedang mengikuti training centre. Saya banyak didukung manajemen Lampung Sakti dan sekolah yang sama-sama memberikan kelonggaran.” Ungkap pemuda yang berdomisili di kawasan Kemiling Bandarlampung itu.

    Tidak Main-main

    Dalam menempuh karirnya di sepakbola, Zidane mengakui tidak main-main dan akan serius dalam segala ahapan latihan maupun pertandingan.

    Di Lampung Sakti yang saat ini punya target besar ingin naik kasta ke Liga 2 kembali, sudah menentukan banyak pemain senior dan berpengalaman. Oleh karenanya Zidane menyadari hal ini dan tidak ambisius untuk masuk ke skuad inti Lampung Sakti.

    “Saya sangat serius dalam menempuh karir ini. Maka saya terus minta dukungan orang tua dan minta doa terus menerus untuk keberhasilan saya. Selain itu saya berterima kasih kepada pak Hendro Kepala Sekolah SMANO dan guru-guru saya yang mendukung penuh apa yang saya cita-citakan ini,” tambahnya.

    Selama mengikuti TC dengan Lampung Sakti, Zidane mengaku senang bisa diikutkan, sehingga dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknik. “Luar biasa, saya bisa ikut dalam program latihan yang demikian hebat, ini kesempatan langka bagi seorang pemain muda seperti saya, maka saya terus berjuang menunjukkan kemampuan terbaik saya kepada pelatih dan pengurus klub. Soal diopasang atau tidak itu urusan beliau-beliau. Kalau saya dianggap mampu ya diturunkan, kalau belum yang pasti belum diturunkan di pertandingan resmi.” Kata Zidane optimis.

    Ditanya kenapa membela Lampung Utara, pada Porprov tahun 2017, bukan Bandarlampung, Zidane mengatakan bahwa saat masa pemanggilan pemain untuk rekruitmen tim Bandarlampung, dia tidak dipanggil.

    “Saya tidak dipanggil oleh yang menangani tim Bandarlampung. Namun ayah menyarankan untuk ikut seleksi ke Lampung Utara, agar saya bisa main di Porprov. Ternyata diterima dan ayah juga ikut mendampingi selama proses latihan persiapan Porprov,” katanya.

    Sebenarnya soal tidak dilirik oleh Bandarlampung memang tidak sekali dua kali. Sudah sering selama ini tak dihitung oleh para pelatih Bandarlampung. “Piala Suratin kemarin pun saya membela Lampung Selatan kok, karena tidak dipanggil di Bandarlampung. Ya yang penting saya bisa bermain dan berusaha bermain bagus saja. Dan Lampung Selatan saat itu masuk semifinal saja,” tambahnya.

    Dalam kurun waktu satu tahun ini, Zidane memang berat harus berbagi waktu antara sekolah dan sepakbola, sebab sudah memasuki masa ujian akhir di sekolahnya.

    Namun demikian dengan rekomendasi Kepala sekolah dan dari Dinas Pendidikan Lampung, maka Zidane terus berjuang meraih yang terbaik sembari menyiapkan diri mengikuti ujian nasional.

    “Kalau sedang ada latihan ujian maupun hal-hal penting di Sekolah, saya tetap diijinkan kok oleh manajemen Lampung Sakti untuk bisa ke sekolah,” ujarnya.

    Inilah perjuangan berat anak muda yang gigih untuk mencapai cita-citanya dengan sekuat tenaga dan pikirannya. Bravo Zidane. (AW)

  • Berita Terkait

  • Tersangka Diserahkan Keluarga ke Polres Tanggamus

    Kongkow di Metro, Arinal Pastikan Kesejahteraan Petani

    Dinas PMD dan Desa Hadi Mulyo Terima Penghargaan dari Pajak

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar