X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Mbak Nunik Bilang, Kelebihan Pasar Tradisional Itu

  • dibaca 48 kali

    DL/08012018/Lampung Timur

    ---- Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim yang lebih akrab dipanggil Mbak Nunik, mendifinisikan pasar tradisional yang saat ini masih berkembang, banyak kelebihannya.

    Mbak Nunik menegaskan yang di pasar tradisional itu penuh makna rasa kekeluargaan antar pedagang dan pembeli. Tawar menawar itu bentuk demokrasi yang bebas berkembang di pasar tradisional. Sementara di pasar modern hal itu tidak ada.

    Ini diungkapkannya saat menghadiri penyerahan kios kepada pedagang pasar daerah Sekampung, Lampung Timur, Senin 8 Januari 2018.

    Mbak Nunik mengatakan kepada para pedagang yang kiosnya sudah dibangun agar tetap menjaga kebesihan pasar. “Tolong kebersiahannya dijaga, agar semua pengunjung lebih nyaman.” Katanya.

    Bupati Nunik juga menambahkan bahwa dinas terkait agar membuat layanan komunikasi pengaduan khususnya dari pedagang pasar. “Kami juga berharap komunikasi dua arah berjalan baik. Pemerintah membangun dan memberikan fasilitas, para pedagang juga rajin membayar retribusi pasar,” ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut Mbak Nunik juga menyempatkan berbelanja sekaligus berdialog dengan para pedagang pasar Sekampung yang mempunyai luas pasar mencapai 27.000 m persegi.

    Musibah Kebakaran

    Pasar Sekampung mengalami musibah kebakaran pada tahun 2007 dengan korban sebanyak 345 Toko/kios, yang kemudian para pedagang tersebut ditempatkan pada tempat penampungan sementara yang dibangun secara darurat oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

    Lalu secara bertahap pasar ini dibangun kembali dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan tahapan pada 2008 dibangun 50 Kios. Tahun 2009 juga dibangun dengan DAK Kementrian Perdagangan 48 kios.

    Pada Tahun Anggaran 2010 dan 2011 tidak dianggarkan, baru pada Tahun 2012 dianggarkan kembali melalui APBD sebesar Rp615.910.000, terbangun sebanyak 32 Toko/Kios. Pada 2013 dianggarkan kembali Rp1.148.750.000, untuk membangun Iebih kurang 64 Toko/kios.

    Dan pada 2016 dibangun 40 Toko/Kios, yang akan diserahkan kepada pedagang pada hari ini. Sehingga sampai saat ini sudah terbangun sebanyak 240 dan masih kurang sebanyak 105 toko/kios.

    Pada Tahun 2018 melalui DAK telah dianggarkan dan akan dibangun kembali Toko/Kios dengan anggaran sebesar Rp1.444.000.000. Mengingat sebagian besar tempat penampungan sementara pedagang yang sudah mulai rusak. (Lis)

  • Berita Terkait

  • Anda Masih Nganggur, Ini Barangkali Jadi Solusinya

    SJM Pekalongan Lakukan servis Kunjung ke Pemda Lamtim

    Khamami Minta Ganti Rugi Segera Dibayarkan

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar