X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Cik Raden Buat Ulah Lagi

  • dibaca 670 kali

    DL/28122017/Bandarlampung

    ---- Masih ingat nama Cik Raden? Nama ini mencuat menjadi perhatian masyarakat saat kasus Pol PP dan sebuah Spa Bandarlampung. Namun beberapa belas bulan terakhir mereda.

    Kini kembali pejabat yang dikenal sebagai seorang Kepala Badan Pol PP itu kembali membuat ulah, bahkan membentak dan marah-marah sembari menuduh wartawan harianmomentum.com menjadi suruhan orang untuk menjatuhkannya.

    Sikap tidak terpuji yang ditunjukkan Cik Raden, Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Ban Pol PP) Kota Bandarlampung itu terjadi saat dilakukan konfirmasi berita atas dirinya, oleh jurnalis harianmomentum.com via handphonenya.

    Saat dikonfirmasi terkait sanksi yang diberikan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat kepadanya, Cik Raden justru marah- marah. Bahkan, dia menuding wartawan harianmomentum.com, adalah suruhan orang untuk menjatuhkan kredibilitasnya.

    “Siapa yang nyuruh kamu? Nggak usah, saya nggak mau komentar. Tanya saja ke Panwaslu,” kata Cik Raden dengan nada tinggi, melalui sambungan telepon, Kamis 28 Desember 2017.

    Cik Raden juga mempertanyakan kenapa hanya media online yang memberitakan dirinya, sedangkan media lain tidak.

    “Cuma kamu aja yang beritain saya, lainnya nggak. Dibayar berapa kamu buat berita ini? Sebenarnya ada apa kamu dengan saya,” kata Cik Raden langsung memutus sambungan telepon.

    Sebagai seorang pejabat tinggi di pemerintahan Kota Bandarlampung dinilai tidak pada tempatnya, sebab maksud wartawan adalah konfirmasi, sebagai syarat berita yang berimbang dalam dunia jurnalistik.

    Namun tanggapan itu justru menjadi bahan berita baru bagi wartawan. Karena bukan menjawab pertanyaan justru balik menuduh tanpa dasar.

    Melanggar Kode Etik ASN

    Sebelumnya, Panwaslu Bandarlampung menilai Cik Raden terbukti bersalah karena memakai seragam partai. Padahal hingga saat ini dia masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

    Atas dasar itu, Panwaslu merekomendasikan kasus Cik Raden ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Inspektorat setempat.

    Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Bandarlampung, Yahnu Wiguno Sanyoto mengatakan, Cik Raden terbukti melanggar UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa dan Kode Etik Pegawai Negeri.

    “Hasil kajian kita, Cik Raden telah melanggar UU ASN dan PP 42 tahun 2004,” terang Yahnu. (lis)

    foto: tribunnews.com

  • Berita Terkait

  • Lampung, Ekonomi Tumbuh Pengangguran Berkurang

    Proyek ADD Jangan Pakai Pemborong Luar

    Ini Lowongan Kerja di AKR Corporindo

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar