Umi Fadilah, Srikandi Yang Tangguh

22 Desember 2017 - 18:12:49 | 504 | BERITA DAERAH

DL/21122017/Kota Metro

---- Ibu merupakan sosok yang teramat istimewa bagi keluarga. Dia lebih kuat dan lebih tegar dari siapapun. Untuk itu Pemerintah menganugerahi kaum Ibu dengan sebuah hari penting yaitu pada 22 Desember yang diperingati sebagai hari Ibu bagi  rakyat Indonesia.

Sosok Ibu yang patut menjadi contoh dan suritauladan karena pengabdiannya terhadap keluarga dan Negara, salah satunya adalah AKBP Umi Fadilah Astutuik ,S.Sos, S.IK,M.Si yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Kota Metro.

Dalam kesehariannya, Umi Fadilah harus membagi waktu untuk dinasnya sebagai anggota Polri juga sebagai ibu rumah tangga bagi suami dan putra putrinya. Secara eksklusif detiklampung.com berhasil mewawancarai Umi Fadilah Astutik di ruang kerjanya pada Kamis 21 Desember 2017.

Menurutnya, Hari Ibu merupakan momentum yang sangat istiwewa, karena hal ini merupakan peringatan bagi semua orang untuk dapat melihat dan mengenang betapa tegarnya dan kuatnya sosok seorang Ibu.

Selain memiliki sifat penyayang, Ibu juga dianugerahi naluri yang kuat untuk berbuat dan berjuang demi keluarga dan orang-orang yang dicintainya.

“Saat saya berada di kantor dan menjalankan tugas sebagai Abdi Negara maka seluruh waktu saya curahkan untuk tugas. Dan pada saat saya berada di rumah, maka waktu saya sepenuhnya untuk keluarga anak-anak dan suami,” jelasnya.

Tugas seorang pemimpin seperti yang Ia sandang saat ini bukanlah hal yang mudah, Ia harus dapat memberikan contoh serta menjadi panutan bagi anggotanya.

Untuk menjaga hubungan harmonis antar pimpinan dan bawahan serta menjalankan tugas sebagai abdi Negara, Umi Fadilah selalu menanamkan jiwa disiplin kepada setiap anggota Polri.

Dan yang tidak kalah penting adalah pembekalan ilmu agama kepada setiap anggota Polri selalu Ia perhatikan dan itu menjadi agenda rutin dikesatuannya.

“Untuk selalu menjaga hubungan harmonis dan selalu menjaga tali silaturahim sesama anggota, kami selalu melaksanakan sholat berjamaah, pengajian atau ceramah agama di lingkungan Mapolres,” katanya.

Diakui Umi Fadilah, dirinya tidak dapat memberikan perhatian penuh pada pendidikan putra putrinya. Untuk masa depan putra-putrinya, Ia menyekolahkannya di sekolah umum dan privat, sedangkan untuk bekal Agama agar menjadi anak-anak yang berakhlak mulia serta taat kepada agamanya, Umi Fadilah mengundang guru Agama Islam ke rumahnya untuk membimbing keluarga dan anak-anaknya pada ilmu Agama.

Tidak hanya itu, tugasnya sebagai Kapolres juga dapat dimaklumi oleh keluarganya, suami dan putra-putrinya sangat mengerti akan tugas yang diembannya. Terlebih, sosok seorang ibu selalu dekat dengan keluarga terlebih pada anak-anaknya.

“ Saat saya mau menikah dulu sudah saya sampaikan pada suami saya, bahwa saya adalah seorang Polisi. Setelah kami menikah dan mempunyai anak hal ini juga saya katakan pada keluarga saya, sudah pasti waktu dan perhatian saya tidak bisa saya berikan penuh pada keluarga. Hal ini sangat dimengerti oleh suami dan anak-anak saya bahwa ibunya tidak bisa setiap saat berada di tengah-tengah mereka,” jelasnya.

Dihari istimewa bagi kaum Ibu, Umi Fadilah Astutik berpesan kepada kaumnya, agar selalu menjadi Ibu yang terbaik, dalam kondisi apapun sosok ibu harus menjadi pengayom, penyayang dan pelindung bagi keluarganya.  

Baik itu yang mempunyai pekerjaan atau sebagai ibu rumah tangga. Menurutnya, apapun pekerjaaanya seorang ibu harus mampu menjadi kebanggaan bagi keluarganya. (Igun)