X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Setelah Menang, Samsi Akan Pidanakan Agung

  • dibaca 844 kali

    DL/15122017/Kotabumi

    ---- Jika ada pepatah Berani karena Benar dan Takut Karena Salah, maka inilah yang dilakukan seorang warga Negara untuk menuntut pemerintah yang dinilai melakukan tindakan sewenang-wenang dan tanpa dasar, menggugurkan hak seorang warga mencalonkan diri sebagai calon kepala desa.

    Meskipun sempat ditunda selama tiga pekan, akhirnya majelis hakim Pengadilan Negri Kotabumi memutus perkara sengketa Pemilihan Kepala Desa Bandar Putih yang berlangsung secara serentak di Kabupaten Lampung Utara beberapa waktu lalu.

    Dalam putusan tersebut, majelis Hakim memenangkan gugatan Samsi Eka Putra, SH salah satu bakal calon Kepala Desa yang digugurkan pihak panitia Pilkades Tingkat Kabupaten tanpa alasan yang jelas.

    Dalam sidang ini, Ketua majelis hakim M. Faisal Zahry membacakan amar putusan perkara No: 7 / PDT.G / 2017/PN.KB yang berisikan:

    Menyatakan bahwa panitia Pilkades Serentak Kabupaten Lampung Utara tahun 2017 cacat prosedur. Panitia Pilkades dinyatakan salah mentafsirkan silsilah derajad keturunan, sehingga banyak mengorbankan masyarakat yang akan mencalonkan diri menjadi kepala desa pada pelaksanaan Pilkades Serentak.

    Selanjutnya majelis hakim menyatakan bahwa berita acara penetapan Calon Kepala Desa dan seterusnya tidak ada kekuatan hukum.

    Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Lampung Utara termasuk Bupati Agung Ilmu Mangku Negara yang turut tergugat diwajibkan membayar uang sebesar Rp25 Juta kepada penggugat.

    Usai menghadiri sidang Samsi Eka Putra selaku penggugat menyatakan, selanjutnya pihaknya akan terus melakukan upaya hukum ke Pengadilan PTUN.

    Samsi juga menjelaskan pihaknya akan mempidanakan panitia karena telah melakukan fitnah dengan membuat laporan palsu di Polres Lampung Utara dan telah mempergunakan dokumen palsu untuk meloloskan para calon Kepala Desa.

    Alhamdulillah keadilan masih berpihak kepada saya, meskipun memakan waktu yang cukup panjang, akhirnya dengan dibantu rekan-rekan majelis hakim telah mengabulkan tuntutan saya sebagai warga kecil yang telah didzolimi oleh pihak pemerintah,” ujar Samsi, Kamis 14 Desember  2017.

    Samsi Pidanakan Bupati

    Selain itu, Samsi juga menyatakan pihaknya akan mempidanakan Agung Ilmu Mangku Negara selaku Bupati Lampung Utara, karena telah melakukan pembiaran atas perbuatan melawan hukum, fitnah dan laporan palsu yang dilakukan oleh jajarannya.

    Menurut Samsi dengan diputuskannya perkara ini telah membuktikan bahwa pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Lampung Utara cacat hukum.

    “Saya akan tetap mempidanakan Bupati Agung karna telah melakukan pembiaran atas perbuatan melawan hukum oleh jajarannya. Meskipun mereka akan melakukan upaya banding, namun dengan diputusnya perkara ini telah membuktikan bahwa keadilan itu masih ada untuk masyarakat kecil seperti saya. Tidak semua masyarakat dapat dibodoh-bodohi oleh pemerintah,” ungkap Samsi dengan penuh rasa haru.

    Sementara itu, pihak pemerintah Lampung Utara selaku tergugat, diketahui akan melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Lampung. (Zan)

  • Berita Terkait

  • Kapolres LU Sidak Pasar Antisipasi Kejahatan

    IKAD Metro Gelar Sunatan Massal

    Ridho: APBN Dilaksanakan Lebih Cepat

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar