Kejari Kalianda Selamatkan Rp5,6 M Uang Negara

09 Desember 2017 - 08:57:41 | 28809 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/09122017/KALIANDA

----- Kejaksaan Negeri Kalianda Lampung Selatan memperingati Hari Anti Korupsi Nasional tahun 2017, dengan menggelar upacara di halaman kantor setempat, Jumat, 8 Desember 2017.

Usai upacara, rombongan Kejari Kalianda turun ke jalan tepat di depan Tugu Adipura area perkantoran Pemkab Lamsel untuk membagikan stiker, pin dan kaos, kepada pengguna kendaraan  yang melintas.

Selanjutnya rombongan Kejari menyambangi Kantor Pemkab setempat yang disambut langsung oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Samsurizal Ari, untuk menempelkan simbol yang bertuliskan hari anti korupsi.

Setelah itu, Kejaksaan Negeri Kalianda Lampung Selatan menggelar Pers Gathering dengan para awak media di Aula Kejari setempat.

“Kejari kalianda Sri Indarti SH MH,   menjelaskan Dimana Hari anti korupsi sedunia ini yang seharusnya jatuh pada tanggal 9 Desember 2017, namun pada tanggal tersebut jatuh pada hari Sabtu, jadi kita laksanakan pada hari ini.” terangnya.

Ada Rp5,6 miliar uang negara dikembalikan ke kas negara oleh pihak Kejaksaan Negeri Kalianda Lamsel yang didapat dari 4 terdakwa korupsi.

Dari empat terdakwa itu, dua kasus yang paling besar yakni terkait kasus dermaga Sebalang dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Bob Bazar SKM, Kalianda Lamsel.

“Dari 4 orang terdakwa serta  Pengembalian kerugian Negara yang telah disetor ke kas Negara oleh pihak Kajaksaan Negeri Kalianda.” kata Fariando.

Pengembalian kerugian Negara yang telah disetor ke kas Negara dari 4 orang terdakwa yakni Armen Patria S.KP.M.Kes, Joni Gunawan.S.KP.M.Kes, Robinson Sahroni.S.Sos dan Ir. Fachry Muda Dalam, dengan total Rp5,617 miliar lebih.

“Sedangkan untuk pengembalian kerugian Negara yang masih dititipkan di RPL Kejari Kalianda Lampung Selatan sebesar Rp370,575 juta lebih masih dalam proses.” terangnya.

Hal tersebut diungkapkan Kasi (Kepala Seksi) Pidsus (Pidana Khusus) Kejari Kalianda Lamsel, Fariando Rusmand.SH, yang didamping Kepala Kejari Kalianda Sri Indarti SH MH, Kasubag Pembinaan, Ristu Dermawan.SH, Kasi Pidum (Pidana Umum), Yani Mayasari.SH, dan Kasi Intel Totok Alim Prawiro Widodo.SH.

Ditanya terkait apakah ada Kepala Desa (Kades) yang bermasalah dengan Dana Desa (DD) yang telah dilaporkan ke pihak kejaksaan, Fariando mengatakan ada beberapa yang diterima laoprannya.

“Untuk penanganan laporan pengunaan Dana Desa yang menyimpang, untuk Lampung Selatan ada satu yang masih dalam penyelidikan, tapi kami belum dapat memberitahukan secara luas, Desa mana yang sedang kami lakukan penyelidikan.” ujarnya. (Hrs)