Bazar Porprov: Pedagang Mengeluh Sepi

02 Desember 2017 - 07:39:38 | 1755 | OLAHRAGA

DL/02122017/Bandarlampung

---- Kebiasaan yang melekat pada sebuah multi even olahraga adalah bazaar. Ini menopang situasi jadi lebih semarak dalam beberapa lokasi di sekitar arena pertandingan olahraga.

Seperti yang terlihat di Bandarlampung saat ini dimana setiap venue hampir selalu ada pedagang, baik pedagang souvenir maupun makanan dan muniman.

Bahkan di PKOR Way Halim, panitia menyediakan lahan khusus untuk bazaar ini dengan menyediakan satu panggung hiburan bagi pengunjung baik masyarakat umum maupun para atlet dan ofisial peserta Porprov VIII Lampung tahun ini.

Sayangnya, beberapa pedagang mengaku even kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Meskipun sangat ramai namun pembelinya sangat sedikit. “Sepi pak. Satu dua aja yang mampir dan beli,” kata Juwita pedagang kaos asal Palembang yang berdagang di seputaran GOR Saburai.

Juwita mengatakan bahwa situasinya sangat meriah, tetapi hanya di dalam gedung. “Yang rame ya di dalam gedung, beberapa pertandingan saya lihat cukup rame, tapi mereka mayoritas dari kontingen dan jarang yang mampir ke bazaar,” katanya.

Sementara Agus, dari Parung Bogor juga mengeluh menurun omsetnya dibandingkan ketika Porprov VII di Kalianda Lampung Selatan. “Beda banget. Dulu ya lumayan. Tapi sekarang aduh, sepi.” Tuturnya sambil menyablon nama pada kaos balita.

Agus masih berharap diakhir-akhir lomba banyak atlet yang membeli oleh-oleh Porprov. “Ya mudah-mudahan nanti menjelang pulang, rame lah. Biasanya mereka berharap harganya juga sudah kami turunkan karena menjelang akhir. Obral begitu,” ujar Agus.

Meski demikian, keberadaan mereka ini sudah memberikan aura keramaian dan kemeriahan pesta olahraga terbesar di provinsi Lampung itu. (don)