Sepakbola: Ricuh Penalty, Wasit Diamankan

02 Desember 2017 - 06:27:35 | 2106 | OLAHRAGA

DL/02122017/Bandarlampung

----- Cabang sepakbola pada Porprov VIII Lampung yang mendekati putaran akhir fase grup ternoda dengan insiden kericuhan pemain dengan wasit di stadion Pahoman, Jumat 1 Desember 2017.

Satu-satunya pertandingan yang dimainkan hari itu mempertemukan Persilamtim Lampung Timur versus Persilu Lampung Utara di grup A dipimpin wasit Haryono.

Pertandingan yang berlangsung di stadion Pahoman bandarlampung itu berjalan berimbang dalam permainan sejak babak pertama. Lampung Utara berhasil unggul lebih dahulu lewat kaki Ryzki Yanto menit 16 memanfaatkan serangan balik yang cepat. Kiper Lamtim, Bambang Sanjaya tak kuasa menahan derasnya bola ke gawangnya. 1-0.

Kebobolan satu gol membuat anak-anak Sukadana yang kali ini diasuh Panca Adi Nirwana mulai mengubah taktik guna mengupayakan serangan yang lebih efektif. Benar, 10 menit kemudian Lamtim mampu menyamakan kedudukan lewat penyerang lincah Ahmad Bobby, 1-1.

Hingga babak pertama usai, kedudukan sama kuat 1-1 bertahan.

Memasuki babak kedua, Lampung Utara terus ngotot untuk menekan barisan pertahanan Lampung Timur, karena jika pada pertandingan kali ini seri, maka kerugian besar ada pada pihak Lampung Utara, mengingat posisinya belum sepenuhnya aman.

Sementara bagi Lampung Timur, hasil imbang pun sudah cukup untuk mereka melenggang dari grup A, ke semifinal.

Pertandingan yang berjalan begitu ketat dan keras itu sebenarnya enak ditonton. Namun di penghujung laga, terjadi insiden yang diluar dugaan. Wasit Haryono dianggap memberikan keuntungan kepada Lampung Utara pada menit-menit akhir pertandingan dengan memberikan hadiah tendangan penalty kepada Persilu, menit 80+.

Beberapa pemain Lampung Timur yang emosi memprotes dan mengejar wasit Haryono, yang akhirnya harus diamankan petugas keamanan pertandingan.

Namun hukuman tendangan penalty tetap dilakukan. Rizky Yanto yang menjadi algojo Persilu tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan menyelesaikan tendangan 12 pas itu ke gawang Lamtim, 1-2 untuk Lampura.

Dengan kemenangan kontroversi ini, kini nilai Lampura dan Lamtim sama, 10 poin. Namun karena produktivitas dan head to head, maka Lampura keluar sebagai juara grup. Apalagi Lampura masih menyimpan satu pertandingan sisa melawan Pesawaran yang dimainkan hari ini, Sabtu 2 Desember 2017.

Namun secara hitungan poin, nilai maksimal yang bisa diraih Lampung Utara 13, Lampung Timur 10 poin, dan Pesawaran bisa mencapai 10 poin jika menang dua laga terakhir melawan Lampung Utara dan Pringsewu.

Sementara di Grup B, hari ini di stadion Sumpah pemuda Way Halim, akan memainkan partai hidup mati tiga tim yakni Lampung Tengah versus Tulangbawang dan Bandarlampung akan menghadapi Kota Metro. Hanya Tulangbawang yang sudah aman dengan tiga kemenangan sebelumnya, sementara tiga tim lainnya harus berjuang meraih poin. (don). Foto Ageng.