Porprov: 30 Petinju Lampung Dicatatan Ferry Moniaga

30 November 2017 - 12:54:12 | 1431 | OLAHRAGA

DL/30112017/Bandarlampung

----- Tidak banyak atlet Indonesia yang mampu mengabdikan dirinya pada cabang olahraga yang ditekuninya selama karir dan kehidupannya.

Adalah Ferry Egberty Moniaga lahir di Tandjung Pinang4 September 1949, jadi saat ini usianya 68 tahun. Dia adalah salah satu petinju amatir terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Prestasi terbesarnya adalah sebagai petinju Indonesia pertama yang berhasil menembus babak delapan besar di Olimpiade Musim Panas 1972.

Ferry Moniaga yang berdarah Minahasa ini berhasil menundukkan René Silva (Nikaragua) dan Joe Destimo (Ghana) dengan angka, namun kalah angka mutlak dari Orlando Martinez (Kuba) di babak perempat final, yang kemudian meraih medali emas pada kelas Bantam.

Ternyata legenda hidup tinju Indonesia itu kini sedang menjadi tokoh sentral yang mengamati pertandingan Tinju pada Porprov Lampung VIII di Hall A PKOR Way Halim Bandarlampung.

Ditemui detiklampung.com disela pertandingan Tinju Amatir Porprov, Ferry bercerita tentang banyaknya petinju Lampung yang ternyata punya sejarah cemerlang di tingkat nasional.

“Saya mencatat setidaknya ada 30 nama Petinju yang pernah membela Lampung dan berprestasi di kancah nasional. Ini bukan hal yang sederhana. Lampung ternyata punya akar Petinju yang baik sejak tahun 1978,” katanya.

Maka dengan dibangkitkannya Tinju dalam Porprov Lampung ini akan memberikan ruang kembali untuk pecinta Tinju kembali berkarya. “Saya lihat saat timbang badan kemarin banyak bibit muda yang potensial, melihat dari postur yaa. Tinggal bagaimana mengolahnya,” tambah mantan The Best Athlete Indonesia tahun 1972 dan 1980 itu.

Porprov itu, kata Ferry, merupakan satu jenjang bagi para petinju amatir di masing-masing daerah. “Ini satu bentuk kompetisi yang baik. Dengan kompetisi demikian maka atlet akan mempunyai pengalaman bertanding. Di sini yang akan bertambah adalah mental dan wawasannya. Ini positif. Saya berharap ketua Pertina akan terus memompa semangat darah para petinju di Lampung, tidak berbatas pada Porprov ini saja,” kata Ferry.

Tiga Puluh Nama

The best Boxer Indonesia tiga tahun berturut-turut (1969, 1970, 1973) ini mengatakan bahwa 30 nama yang dicatatnya itu merupakan asset berharga bagi Lampung untuk memajukan cabang olahraga keras ini.

Dari sebanyak itu petinju Ferry sangat detail mencatat prestasi mereka. Seperti Piter Harry yang pernah meraih 4 medali emas 2 Perak 1 Perunggu di tingkat nasional selama karirnya 2003-2007.

Sementara Minarto Hari yang juga mantan petinju Lampung, pada masa jayanya dia mengleksi 3 medali Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di kancah nasional.

Selain mereka berdua tersebut masih ada 28 lainnya yang dicatat Ferry Moniaga, seperti:

Imam Sutan (1983-85) Prestasi 2 medali Perak dan 1 Perunggu, Joharmen (1980-84) Prestasi 1 medali Perak dan 2 Perunggu, Stevi Binalay (2009-2011) Prestasi 1 medali Perak dan 2 Perunggu, Andrey Butbessi (2003-2006) prestasi 1 medali Perak dan 2 Perunggu.

Lalu dibagian putri ada Fitriyani (2004-2005) dengan prestasi 1 medali Perak, Nourma Yunita (2004) 1 medali Perak, Sri Yulianti (2004-2005) prestasi 1 medali perak. Dan beberapa petinju lain yang pernah mendapatkan medali di kancah nasional seperti kejurnas maupun PON. (don)