Wushu Kekuatan Baru Cabor di Lampung

29 November 2017 - 03:11:05 | 7506 | OLAHRAGA

DL/20112017/Bandarlampung

---- Wushu sebagai sebuah cabang olahraga yang belum lama menjadi salah satu anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung kini makin memberikan warna baru bagi perkembangan olahraga di provinsi tanoh lada ini, khususnya pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Lampung 2007.

Sebagai cabang olahraga impor dari Tiongkok, Wushu memberikan kekuatan baru di Lampung yang cukup deigemari dan cepat berkembang.

Pada pembukaan pertandingan cabang olahraga beladiri di Mall Boemi Kedaton Bandarlampung, Selasa, 28 November 2017 siang, panitia pelaksana cabang ini, Mursalin Lamo yang mendampingi Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Lampung Indra Halim, menegaskan bahwa Wushu kali ini baru diikuti 9 Kabupaten Kota se Lampung, mempertandingkan dua kategori yakni Sandha dan Taoulu dengan lima nomor.

“Meski kami hanya dua kategori yang dipertandingkan, namun jumlah mendalinya cukup banyak, yakni 177 keping terdiri dari 50 medali emas, 50 perak dan77 perunggu. Dan daerah yang sudah berpartisipasi untuk menurunkan atletnya adalah Bandar Lampung, Metro, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, Pringsewu, Pesawaran, Lampung Selatan.” Katanya.

Mursalin berharap ini menjadi awal yang baik dalam membina cabang olahraga Wushu di Lampung dan akan melengkapi kontingen Lampung pada PON XX di Papua tahun 2020. “Kami bertekad menjadi kekuatan baru Lampung dikancah olahraga nasional,” tambahnya.

Apresiasi KONI

Sementara Wakil Ketua I KONI Lampung, Hanibal yang membuka kompetisi cabor ini mengatakan bahwa KONI lampung mengapresiasi positif cabang olahraga Wushu yang terus berkembang di Lampung.

Wushu sebagai anggota yang terhitung baru di Lampung menunjukkan bahwa cabang ini dinilai cepat berkembang dan digemari anak-anak muda di Lampung. “Dengan banyaknya kompetisi Wushu di Lampung, maka cabang ini akan semakin digemari generasi muda. Wushu perpaduan seni dan olahraga yang memberikan warna khas pada cabang ini yang enak dinikmati.” Kata Hanibal.

Dengan menggelar Wushu di lokasi keramaian, maka cabor ini akan cepat dikenal di masyarakat Lampung.

“Tentu imbasnya positif ketika Wushu mulai dikenal masyarakat, cabor ini akan terus berkembang pesat. Namun saya ingatkan bahwa setelah Porprov ini masih banyak ajang kompetisi yang harus diikuti baik secara regional maupun nasional. Maka teruslah berlatih dan berlatih untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi  agar mampu bersaing ditingkat nasional dan internasional,” tuturnya. (tim)