SAH Beri Pelatihan Pengembangan Wisata Babel

14 November 2017 - 18:49:07 | 1271 | PARIWISATA

DL/14112017/JAKARTA

----- Perhatian Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) terhadap pengembangan pariwisata Bangka Belitung mendapat apresiasi luar biasa dari Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Berbicara di hadapan media ketika menyambut rombongan Komisi X DPR di Pangkal Pinang, mantan Bupati Bangka Tengah itu berkali-kali mengucapkan terima kasih pada upaya SAH yang telah membawa banyak program untuk pengembangan pariwisata di daerahnya.

“Saya sangat terharu, berterima kasih setulusnya atas perhatian Komisi X atas Pimpinan Pak SAH yang telah begitu perhatian akan pembangunan Provinsi Bangka Belitung.” Katanya.

Salah satu bentuk bantuan komisi X yang diupayakan SAH adalah program pelatihan pengembangan SDM wisata di Babel.

“Selama ini saya mengakui tentang lemahnya sumber daya manusia lokal untuk mengelola atau mengembangkan wisata daerah, kalaupun ada objek atau destinasi wisata yang berjalan, tenaga terampilnya masih didatangkan dari luar, dengan pelatihan ini minimal ada keswadayaan masyarakat kami dalam mengembangkan wisata secara mandiri.” Tambahnya.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Babel tersebut, Program yang didatangkan SAH merupakan kebutuhan dari upaya penguatan keswadayaan pariwisata masyarakat, seperti pelatihan pengelolaan home stay, bahasa inggris praktis, packing kerajinan dan kuliner serta penggunaan media sosial untuk promosi.

Dari berBagai program di atas semuanya menunjukkan perhatian dari SAH untuk pembangunan ekonomi masyarakat agar lebih berdaya secara ekonomi melalui jalur wisata.

Selain pariwisata kunjungan komisi X DPR RI ini juga dalam rangka pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi yang ada di Babel guna mencari masukan dan prioritas pengembangan study yang sesuai dengan potensi daerah.

Sehingga dalam paparannya SAH mengatakan pengembangan pariwisata tidak bisa dipisahkan dari pembangunan infrastruktur dan pendidikan.
“Pariwisata memiliki keterkaitan dengan infrastruktur dan pendidikan, jika infrastruktur terkait dengan akses mobilitas wisata, pendidikan menyiapkan SDM yang mengelola wisata.” Ujar SAH.

Pelajaran selama ini membangun infrastruktur tanpa menyiapkan SDM wisata hanya melahirkan kemakmuran semu, karena di baliknya ada ketimpangan yang dalam.

“Selama ini investor menikmati sumber daya daerah, sedangkan masyarakat hanya penonton, maka dalam konsep ke depan kita ingin memprioritaskan SDM masyarakat lokal di tiap daerah yang potensi wisata,” tandas SAH. (Rian)