Beberapa Bulan Terakhir, Petani Kecil Pesawaran Merintih

10 November 2017 - 19:01:43 | 217 | BERITA DAERAH

DL/10112017/Pesawaran

---- Belum tentu setiap kemajuan teknologi dengan cepat bisa diserap oleh masyarakat. Karena ada sebagian masyarakat yang belum tersentuh teknologi itu, seperti para petani kecil yang tidak termasuk dalam kelompok tani dan beberapa faktor lainnya.

Masalah klasik di negeri ini adalah soal distribusi pupuk yang selalu mempunyai cerita sendiri. Bagaimanapun diatur dengan mekanisme pemerintah, maka di lapangan punya cara sendiri untuk aplikasinya.

Sumiyanto (45) warga Desa Sidototo, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran contohnya. Dia dengan beberapa orang lainnya di kawasan itu menjadi individu yang terpinggirkan oleh sistem.

Dia hanya petani penggarap lahan sendiri yang tidak terlalu lebar, bergitu juga teman-temannya.

Yanto secara pribadi dan juga mewakili petani kecil lainnya berharap adanya kemudahan untuk mendapatkan pupuk. Bukan karena tergabung dalam Poktan saja, tetapi petani kecil juga harus diperhatikan. 

“Ya kasihan lah petani yang kecil tidak mendapatkan pupuk. Kalau begini dikhawatirkan nanti para petani kecil tidak bisa menggarap sawah mereka sendiri karena gak ada pupuk,” kata Sumiyanto kepada Tim Media Jaringan Arinal Berkarya (JAYA) Jumat 10 November 2017.

Selain persoalan kesulitan mendapatkan pupuk, sistim terbaru yakni adanya sistim online. Para anggota Poktan diharuskan menggunakan sistem untuk mendapatkan pupuk  yang menggunakan teknologi. Persoalan pupuk ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

“Sekarang para petani kecil semakin susah kondisinya. Ditambah lagi sistem untuk mendapatkan pupuk harus serba online, tambah dalem...” katanya. 

Yanto hanya berharap-harap pupuk yang sangat dibutuhkan itu bisa didapat. Lalu dia menyarankan agar pola perekrutan sebagai kelompok tani seharusnya diubah dan tidak ada diskriminasi.

“Jangan ada pembedaan soal besar kecilnya areal sawah yang dimiliki petani, tetapi perhatikan juga masa depan petani kecil lainnya. Kami juga manusia, punya keluarga, punya anak-anak dan masa depan, sama dengan mereka yang sawahnya lebar pak,” tuturnya lirih. 

Yanto dan teman-temannya berharap kehadiran bakal calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ke Pesawaran dalam rangka Jalan Sehat itu bisa menjadi momentum memperhatikan nasib petani, khususnya petani kecil.

“Baru pak Arinal yang selama ini turun dan beliau sudah terkenal. Mungkin beliau bisa lebih fokus memperhatikan keluhan petani,” Ungkap Sumiyanto. (timjaya)