Fraksi-Fraksi DPRD Metro, Soroti Penataan Pasar Dan PKL

06 November 2017 - 00:53:10 | 216 | BERITA DAERAH

DL/03112017/Kota Metro

---- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Metro, mendesak Pemerintah kota Metro (Pemkot) melakukan penataan pasar dan pedagang kaki lima (PKL) secara cermat dan tepat.

Hal ini disampikan oleh Fraksi-fraksi di DPRD kota itu saat digelar rapat paripurna pembahasan RAPBD tahun 2018, pada Jumat 3 November 2017.

Fraksi PDI-P dalam padangan umumnya yang dibacakan oleh Ria Hartini, meminta Pemkot Metro menyelesaikan polemik tersebut dengan cara yang tepat. 

“PKL turut berkonstribusi pada realisasi pendapatan asli daerah. Karena itu, kebijakan penataan pasar harus dilakukan dengan bijak, sesuai aturan yang berlaku. Jangan ada pihak yang dirugikan,” kata Ria. 

Hal senada disampaikan Fraksi Partai Golkar. Ketua Fraksi Golkar Tondi Nasution mengaakan, pihaknya mendukung kebijakan Pemkot Metro dalam penataan pasar dan PKL.

Karena itu, dia meminta seluruh elemen terkait bersinergi, agar kebijakan tersebut berjalan dengan baik sesuai aturan yang berlaku. 

Sementara, Fraksi Partai Gerindra melalui juru bicaranya Aryanto, meminta Pemkot Metro untuk mengukur ulang pasar yang digunakan PKL dan pengembang atau pihak ketiga. 

Tidak jauh berbeda, Fraksi PKS dalam pandangan umumnya mengatakan, karena proses perencanaan yang tidak matang sehingga menimbulkan gejolak dalam melakukan penataan Pasar dan PKL. 

“Permasalahan pasar ini karena perencanaan yang belum matang. Makanya ketika kebijakan penataan keluar, masalah baru timbul. Dulu tidak ada yang dagang di jalan dan trotoar. Tapi terus muncul dan berkembang,” jelas  Zas Dianur Wahid. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Metro, Djohan mewakili Walikota Achmad Pairin, dalam jawaban atas pandangan umum itu mengatakan, menerima masukan DPRD sebagai evaluasi dalam kebijakan penataan pasar dan PKL. 

“Masukan-masukan kita terima. Kita siap lakukan pengukuran ulang lahan pasar yang dipakai pihak ketiga dan PKL. Serta rehabilitasi shoping center untuk menampung PKL dan membuat tangga jalan (eskalator),” kata Djohan. 

Djohan menambahkan, Pemkot Metro akan mengedepankan komunikasi, sosialisasi, dan musyawarah dengan pedagang dan pihak-pihak terkait untuk membuat pasar lebih rapi. (ADV/ Igun)