Di Tulangbawang Sudah Ada 15 Kampung KB

04 November 2017 - 00:41:47 | 432 | BERITA DAERAH

DL/03112017/Tulang Bawang

---- Kunjungan Anggota DPR RI Komisi IX ke kampung Bujung Tenuk kecamatan Menggala Tulang Bawang dalam rangka Integrasi Kampung KB disambut hangat dan meriah. Selasa 31 Oktober 2017.

Hadir Anggota DPR RI  Komisi IX Frans Agung Mula Putra Nata Manggala, Kepala BKBN Lampung, Wakil Bupati terpilih Hendri Wansyah, Wakil Ketua 3 DPRD Tulang Bawang Mursidah, Kepala Dinas PP KB Tulang Bawang Lusiana, Para peserta KB dan tokoh masyarakat setempat.

Wakil Bupati Terpilih, Hendriwansyah mengucapkan selamat datang kepada anggota DPR RI yang juga Putra Mantan Bupati Tulang Bawang Abdurrahman Sarbini. “Kita tentu sangat bangga, punya wakil rakyat di DPR Pusat yaitu orang kita, istilah Lampung Sekelik Ekham.” Katanya. 

Hendriwansyah bersyukur Kampung Bujung Tenuk terpilih sebagai Kampung KB yang telah ditunjuk dan SK kan oleh Bupati Tulang Bawang, Hanan A Rozak. 

Hendriwansyah juga menyampaikan bahwa dengan adanya kampung KB dapat bersama-sama didukung dan dijalankan baik pemerintah dan masyarakat untuk suksesnya program kesejahteraan bersama.

Untuk jumlah KK di Kampung Bujung Tenuk ini ada 668 dan yang ikut program KB baru 319 KK dari jumlah Penduduk 2.176 jiwa.

Sementara anggota DPR RI, Frans Agung Mula Putra mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai langkah masyarakat mendukung program Pemerintah dengan program KB.

“Kan dulu ada istilah banyak anak banyak rezeki. Itu dulu. Sekarang jaman sudah berubah, biaya hidup semakin tinggi, biaya pendidikan semakin mahal dan lainnya.” Kata Frans.

Frans juga mengharapkan, dengan ditunjuknya kampung Bujung Tenuk menjadi Kampung KB, maka pertumbuhan penduduk bisa dikendalikan dan ekonomi semakin baik pula.

Sementara Kepala Dinas PP KB Tulang Bawang, Lusiana mengatakan bahwa untuk saat ini kabupaten Tulangbawang telah terbentuk 15 Kampung KB dan sudah ada Pokja-nya masing-masing.

Ia mengharapkan semua bidang bidang stakeholder bisa mendukung Program Kampung KB, sehingga menjadi harapan bersama menekan angka kelahiran.

“Apalagi nantinya juga ada bantuan dari pemerintah untuk program ini, dan masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dan mendukung juga.” Tambah Frans. (Adv /Rin)