Perlakuan Dokter Tak Senonoh Pada Pasien BPJS

31 Oktober 2017 - 13:37:49 | 380 | HUMANIORA

DL/31102017/Mesuji

---- Miris. Jika ini benar, maka citra dokter sebagai insan medis yang dianggap sebagai dewa penolong oleh masyarakat, dipertaruhkan.

Di Mesuji, tepatnya di Puskesmas Rawat Inap di desa Adiluhur, Kecamatan Panca Jaya, telah terjadi peristiwa yang memilukan terhadap seorang pasien yang hendak melahirkan. Sri WIgati (32) warga Desa Fajar Baru, Kecamatan setempat adalah korbannya.

Minggu lalu, Sri yang menggunakan fasilitas BPJS untuk perawatan persalinannya, ternyata mendapat perlakuan yang kurang baik dan tidak professional, yang diduga dilakukan oleh dokter Hen yang ternyata kepala Puskesmas Rawat Inap itu.

Saat pemeriksaan dilakukan, Dokter Hen memukul-mukul bahkan (maaf) mengobok-obok

Kemaluan Sri, hingga Sri merasakan kesakitan. Sri sempat menjerit kesakitan sampai tiga kali. “Dokter, sakit. Jangan dipukul-pukul kemaluan saya, sakiit,” keluh Sri saat itu.

Namun sri justru mendapat jawaban yang diluar dugaannya dari Dokter Hen. “Saya tahu kamu sakit, tapi saya lebih sakit. Kamu ini udah enak gak bayar,” tutur Sri menirukan jawaban dokter dengan nada ketus.

Kejadian ini dilaporkan ke suami Sri, Miswanto. Keesokan harinya Miswanto berniat melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa setempat. Namun sampai tiga kali ke Kades tidak bertemu, dan akhirnya Miswanto memberanikan diri lapor ke Polres Mesuji.

“Tiga kali saya cari pak kades, namun tak kunjung ketemu, maka saya beranikan diri melapor ke Polres Mesuji. Alhamdulillah laporan saya diterima dan mereka berjanji akan menindak lanjuti.” terang Miswanto.

Dia menduga, kemarahan dokter itu karena isterinya menggunakan fasilitas BPJS, maka dikatakan bahwa pasiennya tidak membayar. “Saya menduga kemarahan dokter karena kami menggunakan fasilitas BPJS, jadi gak bayar.” tambahnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Mesuji saat dihubungi media ini terkait laporan tersebut membenarkan bahwa ada salah satu warga yang melapor. “Memang benar ada warga yang melapor, dan kami selaku Polri akan bertindak secara profesional, dimana perkara ini diperlukan pendalaman, apakah penanganan dokter sudah sesuai prosedur atau tidak, biarkan kami melakukan penyelidikan terlebih dahulu.” terang AKP Zainul Fachri.

Sementara itu, Dokter Hen yang juga selaku kepala Puskesmas rawat inap kecamatan Pancajaya hingga berita ini diturunkan tidak dapat dikonfirmasi. (sup)