Bidang Abdimasgana Orientasi Satgas Pramuka Peduli

17 Oktober 2017 - 01:23:50 | 230 | HUMANIORA

DL/17102017/Bandarlampung

---- Kegiatan orientasi Satgas Pramuka Peduli Kwarda Gerakan Pramuka Lampung 2017 ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan untuk pembekalan anggota.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang VII Abdimasgana Kwarda Lampung saat membuka acara Orientasi Satgas Pramuka Peduli di Samar Scout Camp Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu, 14 Oktober 2017.“Satgas Pramuka Peduli merupakan ujung tombak Pramuka dalam pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu Sumarju berharap agar peserta senantiasa aktif dalam mengikuti pelatihan ini sehingga ilmu yang diterimanya dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat.

Diuraikan oleh Kak Sumarju bahwa dewasa ini permasalahan sosial kemasyarakatan semakin berkembang baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Maraknya penyalahgunaan narkotika telah mengkhawatirkan kita semua.

Oleh karena itu pada penghujung tahun 2016 Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo telah mencanangkan Perang terhadap Narkoba. “Kalian sebagai kader terpilih diharapkan mampu mencegah upaya-upaya yang akan merusak kualitas generasi muda.” Pesannya.

Ridho Ficardo yang juga aktivis Gerakan Pramuka sekaligus Ka. Mabida Kwarda Pramuka Lampung yang sangat peduli dengan kesulitan masyarakat dalam akses pendidikan dan kesehatan karena kurangnya infrastruktur penyeberangan menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, maka Pramuka diberikan mandat untuk membangun jembatan darurat.

Jembatan darurat atau jembatan gantung oleh Gubernur diistilahkan sebagai Penghubung Asa

Bidang Abdimasgana bersama Vertical Rescue Indonesia sampai saat ini telah membangun 2 unit Jembatan Gantung di Kecamatan Natar dar Sidomulyo.

Sedangkan yang masih dalam proses pengerjaannya di Desa Yogyakarta, Kec.Gading Rejo, Kab. Pringsewu.

Menurut Yuliana Saleh selaku Sekretaris Bidang Abdimasgana, bahwa kegiatan orientasi ini akan berlangsung dari 14 hingga 18 Oktober dan diikuti 40 orang Pramuka Penegak dan Pandega yang merupakan hasil rekrutmen pada 13 Agustus lalu. 

Orientasi akan ditutup dengan Bakti Pramuka berupa penanaman mangrove di pantai Ketapang hingga Kelapa Rapat. 

“Penanaman Mangrove ini merupakan bentuk kepedulian pramuka terhadap lingkungan hidup serta langkah antisipasi bencana alam yang mungkin saja terjadi.” Kata Yulia. (Ppid-Dinsos)