Setnov Kunjungi Pengungsi Gunung Agung di Desa Tembok

14 Oktober 2017 - 11:42:21 | 826 | NASIONAL

DL/14102017/Bali

--- Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) mengunjungi para pengungsi Gunung Agung di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Beliau datang ditemani Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono, dan Anggota DPR RI, AA Bagus Adi Mahendra.

Sesampainya di Posko Pengungsian Desa Tembok, SetNov dan rombongan diterima Kepala Desa, Dewa Komang Yudi Astari dan para tokoh masyarakat setempat.

“Sekitar 7.175 saudara-saudara kita yang mengungsi di Desa Tembok. Sebagian besar adalah keluarga yang pernah menjadi korban letusan Gunung Agung tahun 1963. Selain di kantor desa, pengungsi juga berada di rumah-rumah warga. Kami gotong royong secara kekeluargaan.” terang Kepala Desa Tembok Bapak Dewa Komang.

Dalam kunjungan ini, Novanto juga tak segan bercanda dengan para warga, terutama kepada lansia dan anak-anak kecil. Novanto mengaku gembira bisa bertemu langsung dengan para pengungsi.

“Kedatangan saya bersama Wagub Bali Pak Sudikerta dan kawan-kawan, kami membawa sembako serta keperluan logistik lainnya. Insya Allah bisa bermanfaat,” kata Novanto dalam siaran pers dari Partai Glkar Pusat.

Wakil Gubernur Bali, Sudikerta, meminta warga tetap tenang. Tidak perlu panik menghadapi situasi seperti ini. “Pemprov Bali bersama Pemerintah Pusat dan didukung DPR RI akan terus berkoordinasi memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Terutama jika terjadi situasi terburuk.” ujar Sudikerta.

“Saya lihat kondisi pengungsian cukup baik. Stok logistik lebih dari cukup. Saya harap Bapak, Ibu dan anak-anak semua tetap ceria. Kalau hati selalu ceria, kondisi apapun bisa kita hadapi dengan bahagia” ujar Novanto.

Menjelang akhir pertemuan, sebelum melanjutkan perjalanan ke titik pengungsian lainnya, Novanto tak lupa mengajak doa bersama. Beliau berharap agar warga tetap tabah, sabar, dan ikhlas. 

“Saya mengenal warga Bali sebagai warga yang menjunjung tinggi keharmonisan hidup, baik dengan agama, budaya, maupun lingkungan sekitar. Kita serahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa, agar masyarakat Bali diberikan jalan terbaik dalam menghadapi kondisi Gunung Agung” Ungkap Novanto. (Lis/Im)