X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Elviana Khamami: Serap Ilmu Sebanyak-banyaknya

  • dibaca 159 kali

    DL/13102017/Mesuji

    ---- Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten  Mesuji, melalui Kepala Bidang Pendidikan Non Formal-Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji dan Himpaudi IGTKI PGRI se- Kabupaten, menggelar workshop Paperinstitute Indonesia Kreativitas membuat APE dari bahan-bahan bekas Mesuji, di Aula sekertariat Kabupaten Mesuji desa Brabasan kecamatan Tanjungraya, Rabu 11 Oktober 2017.

    Kegiatan pembinaan Gugus dan pelatihan ini sudah dilaksanakan beberapa kali diantaranya, Pembinaan Gugus tentang sosialisasi program dari Dinas Pendidikan dan IGTK serta Himpaudi Kabupaten Mesuji, sosialisasi Dapodik dan Akreditas PAUD.

    Selain itu, pelatihan mendongeng untuk Guru Paud dari Narasumber Nasional, pembinaan pelatihan manajemen Paud, pembinaan tentang motifasi bagi guru Paud dari Narasumber nasional, pelatihan kurikulum Paud 2013 dan Narasumber para Akademis dari Universitas Lampung.

    Kali ini digelar pembinaan Gugus sekaligus pelatihan alat peraga Edukatif dari bahan bekas dengan nara sumber dari Paper Institute Indonesia Yogyakarta.

    Dan untuk rencana kegiatan selanjutnya adalah bimtek tentang sosialisasi  proses pembuatan SPJ BOP PAUD, dan masih banyak kegiatan dan pembinaan lainnya.

    Tujuan dilaksanakannya Bimtek ini adalah agar kualitas Tutor Paud yang ada di Kabupaten Mesuji akan lebih baik, serta  untuk mengasah kreativitas guru dalam membuat aneka permainan dan alat alat bermain yang Mumumaba ( Murah-Murah-Menyenangkan-Aman Bagi Anak).

    Bimtek diikuti 300 peserta yang terdiri 150 Kepala Lembaga Paud, 150 Guru Paud baik formal maupun Non Formal, diantaranya Kecamatan Tanjung Raya 70 peserta, Kecamatan Wayserdang 54 Peserta, Kecamatan Simpang Pematang 40 Peserta, Kecamatan Pancajaya 20 Peserta, Kecamatan Mesuji 26 Peserta,mesuji Timur 46 Peserta, rawajitu utara 36 Peserta.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Mesuji Syamsudin, yang diwakili Kabid PNFI Dinas pendidikan dan kebudayaan Mesuji, Joko Nuredi, mengatakan bahwa seluruh peserta yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat mengambil manfaatnya, bukan hanya untuk bunda saja, tetapi bisa diaplikasikan pada anak didik.

    “Karena kita semua sebagai pengantar dan juga sebagai penanam pondasi kepada anak-anak didik sebelum mereka ini ke sekolah formal. Ini menjadi hal penting dalam kreativitas.” Tambahnya.

    Sementara itu Elviana Khamami berpesan kepada peserta Workshop agar memanfaatkan momentum ini dengan baik. “Dalam kegiatan ini Anda semua harus mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan bertanya kepada nara sumber jika kurang jelas. Tujuannya, agar ilmu yang didapat tidak mengambang.” Ucap Elviana.

    Elviana menambahkan bahwa tahun 2017 ini sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan dan berharap selesai semua kegiatan pelatihan dan pembinaan kepada guru Paud dan TK.

    Untuk tahun 2018 segera dievaluasi sebagaimana kegiatan yang selama ini didapat. “Serta diadakan lomba-lomba agar bisa mengetahui sampai dimana hasil dari setiap pembinaan dan pelatihan yang didapat ini berkembang atau tidaknya.” Jelasnya.

    Workshop tersebut  yang dihadiri Bunda Paud Kabupaten Mesuji Elviana Khamami, dengan narasumber Abdul Aziz dan Dede dari Baper Institute Indonesia Yogyakarta, Kabid PNFI Dinas pendidikan dan kebudayaan Mesuji Joko Nuredi, kabid pengendalian penduduk dinas keluarga berencana dan perlindungan anak Nurkholis Majid, kasi dan staf dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji, Ketua IGTK Kabupaten Mesuji, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Mesuji, IGTK Kecamatan se-Kabupaten Mesuji, Pengelola PAUD Kabupaten Mesuji. (sup)

  • Berita Terkait

  • Pebalap AHRT Akan Berlaga di Twin Ring Motegi

    DPRD Kota Metro Sahkan Tiga Raperda

    Divestasi Freeport Mandek Karena Pemerintah Tak Satu Suara

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar