X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Sumarju: Hati-Hati Penipuan Berkedok Undian

  • dibaca 1161 kali

    DL/11102017/ Bandarlampung

    ----- Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni melakukan Sosialisasi Undian Gratis Berhadiah Dan Pengumpulan Uang atau Barang di Hotel Grand Anugerah Bandar Lampung, 10-12 Oktober 2017.

    Sumarju Saeni mengatakan bahwa sosialisasi ini diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ketentuan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1954 tentang Undian.

    Selain itu Undang-undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang. 

    Khususnya kepada para petugas Dinas Sosial Kabupaten dan Kota yang menangani undian, penyelenggara, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya. 

    Demikian dikatakan Sumarju saat membuka kegiatan Sosialisasi Undian Gratis Berhadiah Dan Pengumpulan Uang atau Barang di Hotel Grand Anugerah Bandar Lampung, semalam, Selasa 10 Oktober 2017.

    Menurut Sumarju, penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang pada hakekatnya merupakan suatu upaya dalam rangka usaha kesejahteraan sosial dari oleh dan untuk masyarakat.

    “Usaha kesejahteraan sosial bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja tetapi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat,” tegasnya.

    Menurut Sumarju, sosialisasi diperlukan karena akibat ketidak pahaman masyarakat tentang perizinan dalam penyelenggaraan pengumpulan uang atau barang dan undian gratis berhadiah.

    Hal tersebut ditandai masih banyaknya pengumpulan barang atau uang yang tanpa izin seperti yang terjadi di jalanan, penempatan kotak amal di rumah makan atau mengedarkan list ke masyarakat. Penipuan berkedok undian gratis berhadiah baik melalui surat atau pesan singkat masih juga ada yang tertipu.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Ida Yulisnawati mengatakan peserta berjumlah 60 orang, berasal dari Perbankkan, Polda Lampung, Notaris, Dinas Sosial Kabupaten dan Kota, PPNS Dinsos, pelaku penyelengara undian. 

    “Menariknya besok rencananya ada simulasi langsung di Chandra Karang, penyegelan dan pelaksanaan undian. Dengan harapan setelah simulasi ini antara semua pelaku memahami,” pungkasnya. (Ppid-Dinsos)

     

  • Berita Terkait

  • DPRD Metro Minta Pemkot Bentuk Tim Khusus PCC

    Gapero Desak Pemerintah Tak Naikkan Cukai Rokok

    Sekjen Wakili Kunjungi Menteri ke Mesuji

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar