X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Basuki: Dinas Perumahan Belum Ada Perda

  • dibaca 567 kali

    DL/04102010/Kota Metro

    ---- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Metro, mendatangi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Metro terkait evaluasi Perda atas efektivitas kinerja pasca diberlakukannya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu 4 Oktober 2017.

    Ketua Komisi I, Basuki, mengatakan bahwa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Metro saat ini belum memiliki Perda sebagai payung hukum sebagai dasar kerja.

    “Jadi, Dinas Perumahan itu belum ada Perda, karena baru mau setahun ini dipecah. Masih pakai turunan Perda. Padahal Perda ini kan sebagai payung hukum. Sehingga belum bisa bergerak maksimal,” kata Basuki.

    Dicontohkannya, seperti penanganan jalan perumahan dan pemukiman, yang saat ini berada di Pekerjaan Umum (PU)sudah sesuai Perda yang ada. Namun  demikian, dengan tupoksi lainnya masih ada  yang tumpang tindih kerja dengan satker lain.

    “Kan lucu juga yang ditangani cuma Kuburan sama Taman saja. Bahkan pengelolaan Taman pun ada di Dinas Pariwisata, cuma pemeliharaannya saja. Ini belum lagi menyangkut perumahan yang terus berkembang. Jadi leading sektor memang harus diberdayakan semaksimal mungkin,” jelasnya.

    Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi I, Nasriyanto Effendi, bahwa penataan perumahan dan permukiman harus berjalan efektif. Karena akan menjadi wajah dari Bumi Sai Wawai pada masa-masa mendatang.

    “Jadi memang harus buat Perda. Supaya tata ruang itu efektif. Enggak ruwet. Mulai dari izin-izin, IMB, sampai alih fungsi lahan harus sinergi. Jadi betul-betul ada keteraturan pembangunan rumah dan pemukiman. Juga pembagian kerja sesuai tupoksi,” ungkapnya.

    Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Metro, Edwin Soni mengaku, ada 41 developer perumahan di Bumi Sai Wawai. Tapi pihaknya belum bisa mengoptimalkan pendapatan dan mengatur dari sektor tersebut karena belum ada perda.

    “Kita terima kasih kepada DPRD yang serius memperhatikan soal tupoksi dan regulasi ini. Kami pun siap berinovasi untuk menata wajah Metro lewat permukiman dan perumahan,” tandasnya. (Igun)

  • Berita Terkait

  • DPRD Metro Apresiasi Kawasan Kumuh Berkurang

    Nekad Amat Jual Motor Curian Lewat Medsos

    PKB Ke Arinal, Cawagub Dirembug Koalisi

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar