X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

LIPI Dorong Pemkab segera Louncing Kebun Raya Daerah

  • dibaca 67 kali

    DL/05102017/Liwa

    ---- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) menargetkan Launching Kebun Raya daerah akhir tahun 2017.

    Selain menjadi pusat konservasi untuk tumbuhan, keberadaan kebun raya memiliki peran dalam mengonservasi sumber daya air yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Tak kalah penting lainnya, Kebun Raya juga berperan utama dalam menyeimbangkan ekosistem suatu wilayah.

    “Kebun Raya menjadi daerah tangkapan air sekaligus mengurangi erosi, kontrol terhadap kenaikan suhu dan kualitas udara. Ini merupakan sumbangan terhadap keseimbangan ekosistem,” ujar Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Dr. Didik Widyatmoko M.Sc, saat mengikuti Pertemuan Antara LIPI dan Kantor Litbang Kabupaten Lambar di Kantor Balitbang Kabupaten Lambar Rabu 4 Oktober 2017.

    Dijelaskan, Kebun Raya merupakan contoh nyata pembangunan berkelanjutan yang menjadi perhatian pemerintah sejak era Orde Baru. “Konsep pembangunannya terdiri atas tiga pilar, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kebun Raya menawarkan bagaimana menyeimbangkan aspek konservasi sekaligus memberi manfaat secara ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.

    Didik  berharap, pertemuan itu selain sebagai ajang silaturahmi juga mendorong pihak Pemkab Lambar untuk segera melaunching Kebun Raya Liwa tersebut meskipun belum mencapai 100 persen atau masih dalam tahap pembangunan. Dan untuk kedepannya agar lebih serius memberikan perhatian terhadap Kebun Raya.

    “Kebun Raya akan semakin terasa manfaatnya apabila habitat tumbuhan menjadi habis akibat alih fungsi lahan dan pembangunan,” Sambungnya.

    Selain itu, keberadaan Kebun Raya harus dekat dengan pemukiman masyarakat agar lebih terasa peran dan manfaatnya. Apalagi Kebun Raya ini sangat pas karena berada di tengah kota.

    Pihaknya saat ini telah merekrut dan menempatkan pegawai tidak tetap (PTT) dalam rangka mendukung program percepatan pembangunan Kebun Raya Liwa tersebut. “PTT pendamping Kebun Raya daerah yang ditempatkan bertugas menjalankan program LIPI dalam proses pembangunan Kebun Raya dan menjembatani komunikasi antara LIPI dengan Pemerintah Daerah,” ujarnya.

    LIPI Anggarkan Dana Kebun Raya

    Untuk pembangunan Kebun Raya daerah tersebut, LIPI telah menganggarkan dana pada tahun ini. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung program-program pembangunan Kebun Raya daerah yang sifatnya substantif sesuai dengan tugas pokok dan fungsi LIPI. Seperti pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penataan taman koleksi dan kebun, eksplorasi, dokumentasi koleksi tumbuhan serta perbanyakan dan penanaman koleksi tumbuhan.

    Proses pembangunan Kebun Raya daerah juga didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang akan membantu dalam penyusunan detail engineering design (DED) dan infrastruktur pendukungnya.

    “Selain dukungan dari Kemen PUPR, proses pembangungan Kebun Raya daerah secara keseluruhan tergantung pula pada komitmen Pemda, terutama yang berkaitan dengan alokasi sumber daya manusia, dana, dan sumber daya lainnya,” tegasnya.

    Pihaknya menyebutkan bahwa LIPI menargetkan pembangunan Kebun Raya daerah di seluruh nusantara sejumlah 47 Kebun Raya sampai dengan tahun 2025. “Hingga sekarang, jumlah Kebun Raya yang ada baru 30 Kebun Raya, yang terdiri dari 5 Kebun Raya yang dikelola oleh LIPI, 24 Kebun Raya dikelola oleh Pemda, serta satu Kebun Raya yang dikelola oleh universitas,” terangnya.

    Ia menjelaskan, perkembangan terakhir pembangunan kebun raya daerah saat ini sudah mengalami kemajuan yang menggembirakan. “Misalnya masterplan yang telah selesai disusun akan dilakukan secepatnya untuk tahun ini," katanya.

    Paru-Paru Kota

    Sementara itu kepala Balitbang, Drs. Tono Suparman mengatakan, adanya Kebun Raya di Kota liwa memiliki fungsi sebagai paru-paru kota. “Tidak hanya melindungi tanaman yang mulai langka, Kebun Raya Liwa ini juga meminimalisir polusi dan menekan pemanasan global. Kebun raya ini juga ini nantinya diharapkan akan cepat berkembang dan  menjadi tempat penelitian dari berbagai daerah bahkan mancanegara.” Katanya.

    Manfaat kebun raya yang terbesar harus terus dioptimalisasi dengan penataan, namun tetap memegang prinsip pelestarian lingkungan. Selain itu, Kebun Raya liwa juga nantinya akan menjadi pendongkrak perekonomian masyarakat dengan kunjungan wisatawan maupun hidupnya sentra kuliner dan bisnis di kota ersebut.

    “Keinginan kami, Pemkab, LIPI dan pihak Kebun Raya, 2017 sudah difungsikan. Paling tidak, akhir 2017 bisa dilaunching sebelum berakhirnya masa jabatan Bupati Lampung Barat, Drs. Mukhlis Basri dan wakil Bupati Lambar drs. Amkmur Azhari,” sebutnya.

    Tentunya dengan fasilitas yang akan dibangun seperti gedung kantor, Pembibitan rumah Paranet, rumah jaga, pagar dan pembangunan area penerimaan berupa Plaza Penerimaan, area parkir pintu gerbang visitor center. “Kita berharap diperkirakan pada Awal Desember 2017 sudah launching sebelum Bupati Lambar menyerahkan jabatannya kepada Bupati terpilih 2017-2022 nanti,” pungkasnya. (Anton)

  • Berita Terkait

  • Desa Pare Rejo, Sebagai Kampung Siaga Bencana 2017

    Polres Lampura Amankan 32 Tersangka Kriminal

    Kadis Sosial Provinsi Lampung Membuka Bimtek LKS

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar