X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Hakim Tolak Eksepsi Tergugat Pilkades Lampura

  • dibaca 1808 kali

    DL/28092017/Kotabumi

    ---- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi menolak Eksepsi Tergugat sengketa Pilkades Serentak Desa Bandar Putih, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Kabupaten Lampung Utara, Selasa 26 September 2017.

    Pemilihan Kepala Desa yang berlangsung secara serentak di Kabupaten Lampung Utara beberapa bulan yang lalu akhirnya menuai sengketa.

    Pasalnya Samsi Eka Putra salah satu bakal calon yang mengikuti seleksi pemilihan kepala desa Bandar Putih, Kecamatan Kotabumi Selatan membawa persoalan tersebut keranah hukum.

    Pada sidang perdata dengan agenda putusan cela yang berlangsung di Pengadilan Negri Kotabumi, majelis hakim yang diketua oleh M. Faisal Zhuhry menolak Eksepsi Tergugat selaku panitia penyelenggara Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Lampung Utara (Badan Pemberdayaan Desa dan Bupati). Perkara tetap dilanjutkan guna pembuktian.

    Samsi menyatakan dirinya terpaksa membawa persoalan ini kemeja hijau karena dirinya merasa dirugikan pihak penyelenggara pemilihan kepala desa serentak beberapa waktu lalu. Menurut Samsi saat itu dia mencalonkan diri maju pada pemilihan kepala desa Bandar Putih, namun tidak diloloskan oleh panitia tanpa alasan yang jelas, bahkan Samsi merasa dirinya dizolimi oleh penyelenggara agar tidak dapat mengikuti pemilihan kepala desa yang berlangsung secara serentak tersebut.

    “Saya rasa pelaksanan Pilkades di Lampung Utara telah melanggar aturan, makanya persoalan ini saya gugat kepengadilan. Alahamdulillah pada sidang putusan sela hari ini majelis hakim menolak Eksepsi dari Tergugat,” ungkapnya.

    Menurut Samsi penyelenggara Pilkades Serentak Kabupaten Lampung Utara telah melawan hukum, karena tidak melaksanakan ketentuan sesuai dengan aturan yang ada. Oleh sebab itu, Samsi meminta kepada penegak hukum untuk menindak lanjuti persoalan tersebut.

    “Saya terpaksa membawa persoalan ini keranah hukum, karna pelaksanaan Pilkades diLampung Utara saya nilai cacat hukum. panitia penyelenggara tidak melaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan,” ujarnya.

    Adapun beberapa tuntutan Samsi selaku penggugat diantaranya, membatalkan hasil seleksi berkas bakal calon kepala desa Lampung Utara tertanggal 19 April 2017.

    Memerintahkan kepada turut Tergugat selaku Bupati Lampung Utara agar melaksanakan pemilihan Kepala Desa ulang dengan mengikutsertakan Penggugat (Samsi Eka Putra) dalam pemilihan Kepala Desa di Desa Bandar Putih.

    Menghukum para tergugat untuk membayar kerugian materil sebesar Rp200 juta dan kerugian im-materil sebesar Rp1 miliar serta beberapa tuntutan lainnya. (Zan)

  • Berita Terkait

  • Tips Mendeteksi Iklan Properti Online Palsu

    Lamsel Terima 3 Mobil CSR PT SMAL

    Yustin Paparkan Program di Rakernas Dekranas

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar