Rusnawati Menangis Sejadinya Di Depan Gubernur Ridho

28 September 2017 - 05:26:45 | 10638 | HUMANIORA

DL/29092017/Lampung Selatan

---- Jika Allah sudah menghendaki, maka jadilah. Itulah yang diterima keluarga Masud (43), warga Desa Krawang Asri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Dia tidak pernah menyangka bakal pindah dari rumah reot berdinding geribik yang mereka tempati selama 12 tahun. Selama kurun waktu itu pula Masud membesarkan ketiga anaknya di rumah sederhana itu. 

Sebagai buruh pembersih kandang peternakan ayam, cita-cita Masud cukup sederhana. Bagaimana membesarkan dan menyekolahkan ketiga buah hatinya hasil pernikahan dengan Rusnawati (43).

Isterinya juga buruh tani yang sehari-hari membanting tulang memenuhi kebutuhan hidup menambah penghasilan suami. “Soal rumah, sing penting gak kodanan (kehujanan) dan keanginan. Anak-anak bisa makan, nggak ada bayangan punya rumah bagus. Matur Nuwun pak Ridho,” kata Masud, Rabu 27 September 2017.

Namun semua berubah ketika sebuah tim utusan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendatangi rumah sederhana itu, Rabu 27 September 2017 pukul 09.00 wib.

Pesannya sederhana, Gubernur ingin berkunjung ke rumah itu sambil mengajak ke sebuah lokasi perumahan yang tengah dibangun sekitar 500 meter dari rumah Masud.

Masud belum mengerti apa maksud kunjungan itu. Dia dan isterinya hanya diminta jangan kemana-mana dan tunggu kedatangan Gubernur.

Pukul 13.30 wib rombongan Gubernur Ridho pun mampir ke rumah itu. Dengan nada bicara gugup dan tergopoh, keluarga ini menerima Gubernur. Barulah pada saat itu Gubernur Ridho menyampaikan ingin memberi satu unit rumah Tipe 36 di Perumahan Safira 2.

“Di dekat rumah ini ada perumahan yang baru dibangun. Nah, mulai sekarang Bapak dan Ibu tak perlu lagi tinggal di rumah ini. Kami sudah sediakan rumah permanen yang tak jauh dari sini. Silakan ditempati,” kata Gubernur Ridho. 

Tangis Rusnawati seketika pecah ketika tiba di depan rumah yang akan diserahkan Gubernur. Apalagi setelah Ridho mengajak keluarga itu masuk meninjau ruang dalam rumah yang terdiri dari dua kamar, satu tuang, tamu, dapur, dan satu kamar mandi itu. 

“Saya tak pernah menyangka bakal punya rumah permanen seperti ini. Nggak mimpi apa-apa. Tapi kok beneran,” kata Rusnawati sambil berkali-kali menyeka air matanya setelah menerima secara simbolis kunci rumah dari Gubernur Ridho.

Kebahagiaan keluarga Masud belum berhenti sampai di situ. PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Lampung pun memberikan hadiah meubeler, sehingga keluarga Masud bisa menempati rumah itu lengkap dengan perabotannya. “Rawat dengan baik dan jangan dijual,” pesan Gubernur Ridho.

Pada kesempatan itu tampak hadir Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Lampung Sunaryo Mustopo dan Sekretaris REI Lampung Hairul Effendi. Kepada REI, Gubernur Ridho menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan sehingga bisa membantu keluarga Masud mendapat rumah secara cuma-cuma. 

“Jangan merasa program CSR (Corporate Social Responsibility) seperti ini sebagai beban, tapi sebagai bentuk tanggung jawab dalam menghamorniskan hubungan perusahaan dan warga sekitar. Saya berharap makin banyak anggota REI Lampung yang berkontribusi bagi pembangunan Lampung, karena problem utama penyediaan rumah adalah bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Saya mendorong REI terus membangun rumah bagi MBR. Jika ada masalah silakan lapor ke saya,” kata Gubernur Ridho. (maspro)