X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Hati-hati, Permen Bernarkoba Masuk Lampung

  • dibaca 431 kali

    DL/28092017/Kota Metro

    ---- Hati-hati, permen yang diduga mengandung Narkoba saat ini sudah merambah wilayah Lampung. Hal ini dibuktikan banyaknya pedagang eceran yang biasa mangkal di sekolah-sekolah di wilayah Metro Kibang Lampung Timur dan Sukadamai Kecamatan Natar Lampung Selatan menjajakan jenis permen Dot, permen rasa susu bentuk tablet dan permen yupi.

    Beberapa waktu lalu, pihak BNN dan BPOM wilayah Jawa Timur dan Bogor Jawa Barat melarang dan menarik produk permen tersebut.

    Pasalnya, petugas BNN dan BPOM diwilayah tersebut menyatakan bahwa jenis permen yang digemari anak-anak tersebut mengandung bahan berbahaya sejenis Narkoba.

    Para pedagang eceran di sekolah diwilayah Metro Kibang kepada detiklampung.com mengaku, membeli permen-permen tersebut yang diduga mengandung Narkoba dari toko milik TH  penjual khusus makanan ringan di Pasar Sukadamai Kecamatan Natar Lampung Selatan.

    “Saya tidak tahu pak kalau permen jenis dot dan rasa susu itu dilarang, soalnya anak-anak suka dan permen ini paling laris,” kata salah seorang pedagang.

    Sementara, TH sendiri mengaku belanja permen-permen tersebut di pasar Cendrawasih Kota Metro. Ia juga mengaku jika dirinya tidak mengetahui jika produk permen tersebut diduga mengandung Narkoba dan dilarang peredaranya.

    “ Saya tidak tau mas kalau permen jenis ini mengandung bahan berbahaya, soalnya permen ini yang paling laris. Soalnya pedagang-pedagang kecil yang biasa berjualan di sekolah-sekolah banyak pesen permen jenis ini soalnya laris,” jelas TH. (Igun)

  • Berita Terkait

  • Tender Proyek Rp3 M di DKP Meragukan

    HBD Regional Usai, Bikers Honda Bersiap ke Yogyakarta

    Khamami: Gunakan Medsos dengan Bijak

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar