X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Masalah Tanah JTTS Hanya Kurang 5 Persen

  • dibaca 219 kali

    DL/25092017/BANDAR LAMPUNG

    ---- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI dijadwalkan berkunjung ke Lampung pada 2-4 Oktober 2017 untuk mengevaluasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 252 km.

    Menurut Ketua Tim Percepatan Pembangunan JTTS, Adeham, evaluasi langsung dilaksanakan di lapangan.

    “Kami akan menyampaikan beberapa hal yang terkait kinerja Pejabat Pembuat Kebijakan lapangan yang berjumlah enam personil,” kata Adeham yang juga Asisten Ekbang Sekprov Lampung itu, saat memimpin rapat kerja di Swiss-Bellhotel, Senin 25 September 2017.

    Menurut Adeham, Lampung termasuk provinsi yang mendapat perhatian khusus Presiden. Sehingga dijadwalkan paling tidak satu bulan sekali rapat bersama dengan KSP.

    ”Tujuan percepatan ini mengejar persiapan Asian Games Palembang. Rencananya saat membuka Asian Games, Presiden akan melewati Jalan Tol Trans Sumatera dari Pelabuhan Bakauheni ke Palembang,” kata Adeham.

    Selain laporan Ketua Tim Percepatan Pembangunan JTTS, Kepala Staf Kepresidenan juga akan mendengar paparan Kepala Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung, Iing Sarkim, selaku Ketua Pengadaan Tanah JTTS.

    Menurut Iing Sarkim, masalah tanah 93.95 persen selesai. “Tinggal 5 persen lagi dan kita harapkan bisa segara selesai,” kata Iing.

    Kemudian paparan Hutama Karya selaku pelaksana proyek ditambah PPK. “Para PPK inilah yang tahu persis perkembangan hari demi hari di lapangan. Kami terus berkoordinasi sesuai instruksi Pak Gubernur Ridho Ficardo, agar terus mengawal percepatan JTTS,” kata Adeham.

    Rapat juga membahas tentang kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Kamis 28 September 2017.

    Kunjungan ini disertai para direksi PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan PT Wijaya Karya. “Kami menargetkan rapat bersama Bu Menteri ini dapat memberi penyelesaian kepada masing-masing BUMN. Kami juga berharap semua persoalan ini cepat selesai,” kata Adeham. (maspro)

  • Berita Terkait

  • Yoga: Kami Segera Berbenah

    HDM Dekatkan Hati Ke Konsumen

    Yustin Memilih Sendiri Tiga Lansia Untuk Umroh

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar