Keluarga Delvasari Apresiasi Kepedulian Pemerintah

22 September 2017 - 17:47:53 | 798 | HUMANIORA

DL/22092017/KOTABUMI

---- Gaduhnya pemberitaan terutama di media online dan media sosial, tentang bayi yang meninggal dunia di Rumah sakit Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung dan tidak terlayani dengan fasilitas ambulan sehingga sang ibu lantas naik angkutan umum, direspon cepat oleh Rumas Sakit.

Dengan keterkejutan yang luar biasa, RSUDAM akhirnya mengambil tindakan intern terkait kasus tersebut dengan memeberikan sanksi kepada personil terkait. Meskipun hingga kini masih terus ditelusuri persoalan yang sebenarnya terjadi, namun persoalan dengan pihak keluarga pasien tetap dilakukan.

Direktur Diklat dan SDM RSUDAM, Arief Effendi, menyampaikan duka mendalam Gubernur Lampung ke keluarga. “Siapa pun pasien baik itu BPJS atau umum tindakan pelayanannya sama. Kami tidak membeda-bedakan. RSUAM adalah tipe B, kami memang benteng terakhir sebagaimana perintah Bapak Gubernur, pasien berhenti (sembuh) di RSUDAM sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Lampung,” kata Arief Effendi.

Keluarga Ikhlas  

Keluarga mengikhlaskan meninggalnya bayi Ny. Delvasari. Keluarga menilai fasilitas dan pelayanan Ruang Anak Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, lengkap dan mendapat pelayanan yang baik selama perawatan. Permasalahannya hanya di mobil ambulan.

“Putri saya dilayani dan dirawat sampai operasi. Tidak ada niat untuk nuntut ini nuntut itu. Tidak ada omongan rumah sakit nggak ngurusin, diurusin kok. Di rumah sakit hanya permasalahan BPJS-nya nama lain. Keluarga ikhlas, memang ini sudah musibah. Segitu umurnya mau diapakan,” kata Delvasari di kediamannya Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Kamis 21 September 2017. 

Pihak keluarga juga berterima kasih atas kepedulian Gubernur M. Ridho Ficardo yang mengutus tim ke rumah duka dan menyampaikan santunan. “Saya yang terkena musibah mengucapkan banyak terima kasih sama Bapak Gubernur. Semoga perhatian Gubernur ini dapat kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Delvasari.

Pada kesempatan itu, Ibnu Nasir, Kepala Desa Gunung Nyapah mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung.

Supir Ambulan Menghilang

Terkait pemberitaan yang menyebutkan ada permintaan dana Rp2 juta, Direktur Umum RSUDAM Ali Zubaidi, mengatakan tengah mengonfirmasi dan mengklarifikasinya. Menurut Ali, pihaknya telah mengumpulkan seluruh supir dan petugas pul ambulan. 

“Semua kami kumpulkan. Namun sopir ambulans saat itu, Jhon Sinaga, tidak hadir sehingga info kongrit tentang permintaan uang Rp2 juta belum bisa diklarifikasi. Namun karena akar masalah dari mereka, maka mulai hari ini yang bersangkutan tidak diperkenankan membawa mobil jenazah. Kami terus mencari Jhon untuk klarifikasi masalah ini,” kata Ali Zubaidi.

Selain itu, RSUDAM juga memberikan sanksi berupa pemindahan ke bagian lain ke perawat Dwi Hartono. Menurut Ali, dia seharusnya cek and ricek atas jenazah, namun tidak dilakukan. “Perawat harusnya mengecek dan memastikan jenazah naik ambulans. Itu tidak dia lakukan. Memang ada alasan yang disampaikan, tapi kami tidak bisa tolerir,” kata Ali. (maspro)