Tagana Akan Perkuat Dalam Pembuatan Jembatan Gantung

19 September 2017 - 07:01:20 | 10206 | HUMANIORA

DL/19092017/Bandarlampung

---- Gagasan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo untuk membuka akses masyarakat dalam mempermudah dan memperpendek rentang kendali masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan, anak kesekolah bahkan interaksi sosial antar desa atau dusun di Provinsi Lampung melalui Jembatan Gantung (Jemtung) dan Jembatan Darurat adalah merupakan ide cemerlang. Kenyataan masih adanya anak tidak dapat ke sekolah karena sungainya banjir padahal melalui sungai itulah yang paling dekat menuju sekolah, demikian juga untuk menuju ke Puskesmas. 

Gagasan tersebut telah diwujudkan oleh Kwarda Gerakan Pramuka Bidang Abdimastigana dan Vertical Rescue Lampung. Dengan telah diselesaikannya dua Jemtung yakni Dusun Jelujur, Desa Rulung Mulya, Kecamatan Natar, dan Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan evaluasi maka perlu melibatkan peran serta Taruna Siaga (Tagana). 

Dalam hal pembangunan Jemtung keterlibatan Tagana disamping ikut bergotong royong membaur dengan masyarakat juga membuka dapur umum. Disamping itu juga mendirikan tenda dengan segala perlengkapan sebagai tempat beristirahat bahkan bermalam. 

Hal tersebut berdasarkan pengalaman lokasi Jemtung berada jauh dari pemukiman penduduk.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung sekaligus Kepala Bidang Abdimasgana Kwarda Lampung Sumarju Saeni diruang kerjanya Senin 18 September 2017.

Selanjutnya Sumarju mengatakan bahwa pengerahan penduduk untuk bergotong royong akan dilibatkan juga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Pramuka setempat.

Dengan keterpaduan dan kebersamaan dalam pembuatan Jemtung sehingga lebih cepat penyelesaiannya, disamping itu masyarakat merasa memiliki Jemtung tersebut yang diharapkan mau merawat dan memeliharanya sehingga Jemtung dapat lebih tahan lama.

“Ternyata ide cemerlang Gubernur terebut mengandung filosofi yang mendalam bahwa Jemtung bermakna sebagai jembatan perdamaian,  jembatan kebersamaan, jembatan menuju kesejahteraan bahkan jembatan untuk meninggalkan kebodohan dan keterbelakangan,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua Kwarda  Lampung Idrus Efendi di depan insan pers setelah Apel Besar Hari Pramuka ke-56 Tingkat Kwartir Daerah Lampung, di Lapangan Krida Yuana Desa Hanura, Kecamatan Telukpandan, Pesawaran, Sabtu 16 September 2017 mengatakan bahwa saat ini terus dilaksanakan inventarisasi  kebutuhan masyarakat atas Jemtung sekaligus juga mengerjakan Jemtung yang telah dilakukan kelayakan.

Dalam pelaksanaannya akan banyak melibatkan Pramuka, Tagana, Vertical Rescue dan tentunya masyarakat sekitar Jemtung. “Diharapkan juga Pemda Kabupaten/ Kota juga ikut menyukseskan program ini,”tandas Idrus Effendi. (Ppid-Dinsos)